IKlan

cerita rakyat terjadinya candi prambanan

Candi Prambanan
cerita anak, Cinta, kerajaan, legenda, Yogyakarta 58


Pada jaman dahulu kala di Pulau Jawa terutama di daerah Prambanan berdiri 2 buah kerajaan Hindu yaitu Kerajaan Pengging dan Kraton Boko. Kerajaan Pengging adalah kerjaan yang subur dan makmur yang dipimpin oleh seorang raja yang arif dan bijaksana bernama Prabu Damar Moyo dan mempunyai seorang putra laki-laki yang bernama Raden Bandung Bondowoso.

Kraton Boko berada pada wilayah kekuasaan kerajaan Pengging yang diperintah oleh seorang raja yang kejam dan angkara murka yang tidak berwujud manusia biasa tetapi berwujud raksasa besar yang suka makan daging manusia, yang bernama Prabu Boko. Akan tetapi Prabu Boko memiliki seorang putri yang cantik dan jelita bak bidadari dari khayangan yang bernama Putri Loro Jonggrang.

Prabu Boko juga memiliki patih yang berwujud raksasa bernama Patih Gupolo. Prabu Boko ingin memberontak dan ingin menguasai kerajaan Pengging, maka ia dan Patih Gupolo mengumpulkan kekuatan dan mengumpulkan bekal dengan cara melatih para pemuda menjadi prajurit dan meminta harta benda rakyat untuk bekal.

Setelah persiapan dirasa cukup, maka berangkatlah Prabu Boko dan prajurit menuju kerajaan Pengging untuk memberontak. Maka terjadilah perang di Kerajaan Pengging antara para prajurit peng Pengging dan para prajurit Kraton Boko.

Banyak korban berjatuhan di kedua belah pihak dan rakyat Pengging menjadi menderita karena perang, banyak rakyat kelaparan dan kemiskinan.

Mengetahui rakyatnya menderita dan sudah banyak korban prajurit yang meninggal, maka Prabu Damar Moyo mengutus anaknya Raden Bandung Bondowoso maju perang melawan Prabu Boko dan terjadilan perang yang sangat sengit antara Raden Bandung Bondowoso melawan Prabu Boko. Karena kesaktian Raden Bandung Bondowoso maka Prabu Boko dapat dibinasakan. Melihat rajanya tewas, maka Patih Gupolo melarikan diri. Raden Bandung Bondowoso mengejar Patih Gupolo ke Kraton Boko.

Setelah sampai di Kraton Boko, Patih Gupolo melaporkan pada Puteri Loro Jonggrang bahwa ayahandanya telah tewas di medan perang, dibunuh oleh kesatria Pengging yang bernama Raden Bandung Bondowoso. Maka menangislah Puteri Loro Jonggrang, sedih hatinya karena ayahnya telah tewas di medan perang.
Patung Loro Jonggrang

Patung Loro Jonggrang

Maka sampailah Raden Bandung Bondowoso di Kraton Boko dan terkejutlah Raden Bandung Bondowoso melihat Puteri Loro Jonggrang yang cantik jelita, maka ia ingin mempersunting Puteri Loro Jonggrang sebagai istrinya.

Akan tetapi Puteri Loro Jonggrang tidak mau dipersunting Raden Bandung Bondowoso karena ia telah membunuh ayahnya. Untuk menolak pinangan Raden Bandung Bondowoso, maka Puteri Loro Jonggrang mempunyai siasat. Puteri Loro Jonggrang manu dipersunting Raden Bandung Bondowoso asalkan ia sanggup mengabulkan dua permintaan Puteri Loro Jonggrang. Permintaan yang pertama, Puteri Loro Jonggrang minta dibuatkan sumur Jalatunda sedangkan permintaan kedua, Puteri Loro Jonggrang minta dibuatkan 1000 candi dalam waktu satu malam.

Raden Bandung Bondowoso menyanggupi kedua permintaan puteri tersebut. Segeralah Raden Bandung Bondowoso membuat sumur Jalatunda dan setelah jadi ia memanggil Puteri Loro Jonggrang untuk melihat sumur itu.

Kemudian Puteri Loro Jonggrang menyuruh Raden Bandung Bondowoso masuk ke dalam sumur. Setelah Raden Bandung Bondowoso masuk ke dalam sumur, Puteri Loro Jonggrang memerintah Patih Gupolo menimbun sumur dan Raden Bandung Bondowoso pun tertimbun batu di dalam sumur. Puteri Loro Jonggrang dan Patih Gupolo menganggap bahwa Raden Bandung Bondowoso telah mati di sumur akan tetapi di dalam sumur ternyata Raden Bandung Bondowoso belum mati maka ia bersemedi untuk keluar dari sumur dan Raden Bandung Bondowoso keluar dari sumur dengan selamat.

Raden Bandung Bondowoso menemui Puteri Loro Jonggrang dengan marah sekali karena telah menimbun dirinya dalam sumur. Namun karena kecantikan Puteri Loro Jonggrang kemarahan Raden Bandung Bondowoso pun mereda.

Kemudian Puteri Loro Jonggrang menagih janji permintaan yang kedua kepada Raden Bandung Bondowoso untuk membuatkan 1000 candi dalam waktu 1 malam. Maka segeralah Raden Bandung Bondowoso memerintahkan para jin untuk membuat candi akan tetapi pihak Puteri Loro Jonggrang ingin menggagalkan usaha Raden Bandung Bondowoso membuat candi. Ia memerintahkan para gadis menumbuk dan membakar jerami supaya kelihatan terang untuk pertanda pagi sudah tiba dan ayam pun berkokok bergantian.

Mendengar ayam berkokok dan orang menumbuk padi serta di timur kelihatan terang maka para jin berhenti membuat candi. Jin melaporkan pada Raden Bandung Bondowoso bahwa jin tidak dapat meneruskan membuat candi yang kurang satu karena pagi sudah tiba. Akan tetapi firasat Raden Bandung Bondowoso pagi belum tiba. Maka dipanggillah Puteri Loro Jonggrang disuruh menghitung candi dan ternyata jumlahya 999 candi, tinggal 1 candi yang belum jadi.

Maka Puteri Loro Jonggrang tidak mau dipersunting Raden Bandung Bondowoso. Karena ditipu dan dipermainkan maka Raden Bandung Bondowoso murka sekali dan mengutuk Puteri Loro Jonggrang “Hai Loro Jonggrang candi kurang satu dan genapnya seribu engkaulah orangnya”. Maka aneh bin ajaib Puteri Loro Jonggrang berubah ujud menjadi arca patung batu.

Dan sampai sekarang arca patung Loro Jonggrang masih ada di Candi Prambanan dan Raden Bandung Bondowoso mengutuk para gadis di sekitar Prambanan menjadi perawan kasep (perawan tua) karena telah membantu Puteri Loro Jonggrang.

Dan menurut kepercayaan orang dahulu bahwa pacaran di candi Prambanan akan putus cintanya.


english in story:
Prambanan
children's story , Love , empire , legend , Yogyakarta

In ancient times on the island of Java, particularly in the area of Prambanan Hindu kingdom stand 2 pieces of the Kingdom Pengging and Kraton Boko . Pengging kingdom is a fertile and prosperous work led by a wise and prudent king named Prabu Damar Moyo and have a male son named Raden Bondowoso .

Kraton Boko was the territory Pengging kingdom ruled by a cruel king and insolence intangible tangible common man but a great giant who likes to eat human flesh , which is named King Boko . However, Prabu Boko had a beautiful daughter and a lovely combination of Khayangan angel named Princess Loro Jonggrang .

Prabu Boko also had a tangible duke giant named Patih Gupolo . Prabu Boko want to rebel and wanted to rule the kingdom Pengging , then he and Patih Gupolo gather strength and collect supplies youth by training to be a soldier and ask people for lunch possessions .

After the preparation is enough , then went to the soldiers of King Boko and Pengging kingdom to revolt . Then there was war in the Kingdom Pengging between the soldiers and the soldiers Pengging lawyer Kraton Boko .

Many casualties on both sides and people Pengging be suffering because of war , many people hunger and poverty .

Knowing people suffered many casualties and soldiers who died, Prabu Damar Moyo sent his son Raden Bondowoso go to war against King Boko and terjadilan a very fierce battle between Raden Bondowoso against Prabu Boko . Because the miracle Raden Bondowoso Prabu Boko can then be destroyed . Seeing the king died , then Patih Gupolo escape . Raden Bondowoso Gupolo to pursue Patih Kraton Boko .

Having arrived at Kraton Boko , Patih Gupolo on Princess Loro Jonggrang reported that his father had been killed in battle , killed by a knight named Raden Pengging Bondowoso . Princess Loro Jonggrang wept , a sad heart because her father had been killed on the battlefield .
Statue Loro Jonggrang

Statue Loro Jonggrang

Then cometh Raden Bondowoso and alarmed at Kraton Boko Raden Bondowoso saw Princess Loro Jonggrang his beautiful , so he wanted to marry the Princess Loro Jonggrang as his wife .

However Princess Loro Jonggrang not want dipersunting Raden Bondowoso because he had killed his father . To reject the proposal Raden Bondowoso , then Princess Loro Jonggrang have finesse . Princess Loro Jonggrang manu dipersunting Raden Bondowoso as long as he is able to grant two requests Princess Loro Jonggrang . Demand first , Princess Loro Jonggrang asked for Jalatunda wells while the second request , Princess Loro Jonggrang asked for 1000 temples in one night .

Raden Bondowoso undertakes both the daughters request . Immediately Raden Bondowoso Jalatunda wells and after so he called Princess Loro Jonggrang to see the well.

Then Princess Loro Jonggrang sent Raden Bondowoso into the well . After Raden Bondowoso into the well , Princess Loro Jonggrang ruled Patih Gupolo hoard wells and Raden Bondowoso was buried stone in the well . Princess Loro Jonggrang and Patih Gupolo assume that Raden Bondowoso died in wells in the well but it turns out Raden Bondowoso not dead then he meditated to get out of the well and Raden Bondowoso safely out of the well .

Raden Bondowoso Princess Loro Jonggrang meet with furious that has buried itself in the well . However, because of the beauty of Miss Loro Jonggrang Raden Bondowoso anger subsided .

Then Princess Loro Jonggrang bill promises a second request to Raden Bondowoso to make 1000 temples in one night . Raden Bondowoso then immediately ordered the genie to make the temple but the Princess Loro Jonggrang want to frustrate Raden Bondowoso make temples . He ordered the girls to pound and burn the straw that seemed to foreshadow the morning light has come and the cock was crowing interchangeably .

Hear the rooster crowing and people pounding rice in the east and then the genie visible light stopped making temples . Jin reported to Raden Bondowoso that genie can not continue to make less of the temple since morning has arrived . However hunch Raden Bondowoso morning had not arrived . The sage called Princess Loro Jonggrang told to count the turns jumlahya temple and temple 999 , stay 1 unfinished temple .

Then Princess Loro Jonggrang not want dipersunting Raden Bondowoso . Because deceived and mocked the once Raden Bondowoso wrath and curse Princess Loro Jonggrang " Hi Loro Jonggrang temple and a MoU was signed less than a thousand thou art the man " . So bizarre Princess Loro Jonggrang turned into a statue of stone sculpture .

And until now Loro Jonggrang sculpture statue still exists in Prambanan and Raden Bondowoso cursed the girls around Prambanan being a virgin kasep ( spinster ) because it has helped Princess Loro Jonggrang .

And according to the belief of the ancients that dating in Prambanan temple will break up the love .
Facebook CommentsShowHide

0 komentar

TERIMA KAIH TELAH BERKOMENTAR

Diberdayakan oleh Blogger.