IKlan

cerita untuk anak sekolah minggu kelas kecil

Tina dan Tica

“Serius kamu, ca? wihhh, hebat. selamat ya ca!” ucap Tina.
Tica, kembaran Tina meraih medali emas olimpiade sains. Jujur, Tina takjub sekali dengan Tica. Tica beda sekali dengan Tina. Walaupun mereka kembar, Tica anak yang pintar, baik hati, rajin. Sedangakan Tina anak jago di bidang olahraga, malas, kasar dan tomboy.
“Tuh na, contohlah Tica. Dia rajin dan pintar. Tidak sepertimu” kata Mama.
Tina muak dengan kata-kata mama nya. Itu sangat menusuk hati Tina. “Aku tau ma, tica pintar, rajin, cantik tidak sepertiku” jawab Tina sambil terisak, lalu berlari menuju kamarnya.

Di kamar Tina,
‘Kenapa sih, mama selalu membedakan aku dengan Tica. Aku tahu, aku tidak sesempurna Tica. Aku salah apa sama mama… Kenapa mama selalu menyayangi Tica dan tidak menyayangi ku sama seperti Tica. Seandainya masih ada papa, pasti papa akan membela ku’ renung Tina.

“Tina” tiba-tiba Tica masuk ke dalam kamar Tina.
“Apa kamu? Mau apa? Kenapa tidak ketuk pintu dahulu?”
“Tina…”
“APA HAH APA? Tolong jangan ganggu aku lagi”
“Maaf…”
“Nggak perlu minta maaf. Yang aku perluin, sekarang kamu pergi dan tidak ganggu aku lagi”
Tica pun langsung keluar kamar Tina dengan mata yang berlinang.
‘Ya ampun, Tina. Kenapa kamu kasar sekali dengan Tica. Bagaimana pun, Tica kembaran mu’ ucap Tina dalam hati.

Esoknya,
Tina dan Tica sekolah. Mereka sama sekali tidak berkomuikasi. Bahkan jalan bersama juga tidak, padahal biasanya sering sekali.

Pulangnya,
“Tica, Mama.. Tina ingin ngomong sesuatu ke kalian” kata Tina.
“Iya tin, silahkan” jawab Mama.
“Kepada mama dulu, Tina tau. Aku nggak sesempurna Tica. Tapi tolong ma, terima aku apa adanya. Biarkan aku jadi diriku sendiri. Jujur, aku nggak suka dibeda-bedakan dengan Tica. Aku ini anak mama. Aku mau Mama sayang sama aku sama dengan mama sayang dengan Tica.
Kepada Tica, maaf kemarin aku kasar sama kamu. Aku nggak tau, kata-kata itu keluar dengan sendirinya. Maaf telah membuat kamu malu mempunyai kembaran seperti ku. Jujur, aku takjub dengan mu.
Kepada kalian berdua, aku nggak punya apa-apa lagi selain kalian. Papa sudah nggak ada, aku nggak ada lagi yang ngebela” ucap Tina panjang lebar.
Mama dan Tica terharu dan merasa bersalah.
“Maafkan mama ya, Tina. Mama sadar, kamu juga sempurna sayang. Maaf kan mama” kata Mama.
“Maafin aku juga ya, Tina. Aku juga takjub dengan mu. Kamu pandai sekali bermain basket” kata Tina.
Mereka bertiga pun berpelukan.

Cerpen Karangan: Anera Raihana Romli
Blog: anerarhna.blogspot.com

Hai, nama ku Anera. Aku berumur 13 tahun. Kalau ada yang mau tau lebih lanjut tentang aku, silahkan hubungi:
twitter: @anerarhna
line: anerarhna
Terimakasih :)


INDAHNYA PERSAHABATAN


Pagi telah datang. Sinar matahari mulai nampak. Cahayanya terasa hangat. Burung-burung menyambutnya riang. Bernyanyi sambil menari dan melompat dari dahan ke dahan. Aku sendiri telah mandi. Dan sudah siap pergi. Seragam putih merah telah melekat rapi di badanku. Sebentar lagi aku berangkat ke sekolah.

Sesampai di sekolah aku melihat semua ruangan masih tertutup. Rupanya teman-teman yang datang duluan enggan membukanya. Aku segera membuka semua pintu dan jendela yang ada. Aku berharap sinar matahari dapat masuk dengan leluasa.

Kemudian tas kusimpan di laci meja. Aku terus keluar mendapati teman-teman. Tapi mereka tidak ada. Mungkin sedang jajan. Dalam sendiri aku menatap aneka bunga di taman. Melati, mawar, kenanga dan anggrek nampak berseri-seri. Indah sekali.

Anjing dan Bayangannya

Seekor anjing yang mendapatkan sebuah tulang dari seseorang, berlari-lari pulang ke rumahnya secepat mungkin dengan senang hati. Ketika dia melewati sebuah jembatan yang sangat kecil, dia menunduk ke bawah dan melihat bayangan dirinya terpantul dari air di bawah jembatan itu. Anjing yang serakah ini mengira dirinya melihat seekor anjing lain membawa sebuah tulang yang lebih besar dari miliknya.

Bila saja dia berhenti untuk berpikir, dia akan tahu bahwa itu hanyalah bayangannya. Tetapi anjing itu tidak berpikir apa-apa dan malah menjatuhkan tulang yang dibawanya dan langsung melompat ke dalam sungai. Anjing serakah tersebut akhirnya dengan susah payah berenang menuju ke tepi sungai. Saat dia selamat tiba di tepi sungai, dia hanya bisa berdiri termenung dan sedih karena tulang yang di bawanya malah hilang, dia kemudian menyesali apa yang terjadi dan menyadari betapa bodohnya dirinya.

Adik ku Sayang

Jemy, adalah anak manis yang kesepian. Dia memiliki kakak, namanya Yesy. Meskipun begitu, ia tidak pernah merasakan kasih sayang dari kakaknya sendiri.
Yesy tak pernah peduli dengan Jemy. Dan selalu menyalahkan kehadiran Jemy. Ia menganggap Jemy telah merebut kedua orang tuanya. Ia iri dgn Jemy, karena orang tuanya yang lebih perhatian pada Jemy.
**********
“Kakak mau kemana? Aku ikut!” rengek Jemy sambil mengejar kakaknya.
“Eh, kamu anak kecil manja banget sih? Sana, kamu dirumah aja!” Dgn suara keras Yesy memarahi Jemy.
Jemy menangis mendengar kata-kata kakaknya. Ia tak menduga kakaknya akan marah seperti itu.
Mendengar Jemy menangis, ibu langsung menghampiri Yesy.
“Yesy, kenapa adikmu? Kok sampai nangis begini?” sentak ibu pada Yesy.
Yesy hanya diam. Dan berbisik dalam hati,
“Huff… dasar anak kecil! Bisanya nangis!”.
Karena Yesy hanya diam, ibu membawa Jemy kembali ke rumah dan melarang Yesy untuk pergi dengan teman-temannya.
**********
Suatu hari, ibu mengajak Jemy & Yesy pergi jalan-jalan. Tapi karena Yesy tidak mau, jadi ibu hanya pergi bersama Jemy.
Saat dijalan, Jemy melihat ada penjual ballon. Namun, letaknya berada di seberang jalan. Tiba-tiba Jemy lari dan mengejar penjual balon itu. Tak sadar ada truk yang ngebut.
“DhuAaaRrrr!!!”. truk itu menabrak tubuh mungil Jemy. Karena sang pengemudi ketakutan, ia malah bablas dan menindas tubuh Jemy.
“JaMmiiiy....!!!”.Ibu bertriak histeris.
Jemy yang malang. Tubuhnya hancur. Dan terpotong-potong.
Yesy shock ketika mengetahuinya. Ia tidak menyangka adik yang tidak pernah di sayanginya telah tewas dengan cara yang menyedihkan.
Berhari-hari Yesy terbaring lemah. Menyesali perbuatannya yang selalu membuat adiknya sedih.
Ia berharap adiknya akan kembali. Agar ia dapat menyayangi adiknya sepenuh hati.
Namun itu tak mungkin. Kini yang ada hanya penyesalan,, dan akan menjadi kenangan.
“Jemy sayang..…, meskipun kakak belum pernah menyayangimu, kakak berharap kau akan selalu tersenyum manis disana”.


Cerpen lucu - Ibu dan Anak

Ada seorang ibu orang medan yang tengah mengatuk mau tidur
Lalu tiba-tiba anaknya bertanya: "Mak, Mamak udah pernah injak Jakarta?"
Si ibu menjawab "Udah nak"
Terus si anak bertanya lagi: "Kalau Bandung?"
Si ibu menjawab: "Udah anakku.."
Terus si anak bertanya lagi: "Kalau Jogjakarta udah?"
Si ibu menjawab: "Udah.."
Lalu si anak bertanya lagi: "Kalau Surabaya, Makassar, Papua, Aceh, Ponianak, Pekanbaru, Balikpapan, Manado, Kendari, Pangkal Pinang, Batam, Palangkaraya udah mak?"
Sambil menahan kantuk si ibu menjawab: "Tidurlah nak, tinggal mulutmu aja lagi yang belum mamak injak"

video terkait :

sebelumnya 
Facebook CommentsShowHide

0 komentar

TERIMA KAIH TELAH BERKOMENTAR

Diberdayakan oleh Blogger.