Rabu, 26 Februari 2014

cerita terjadinya gunung tangkuban perahu di jawa barat berasal dari sejarah

tangkuban perahu

pada jaman dahulu,dijawa barat hidup lah seorang putri raja yang bernama dayang sumbi.
ia mempunyai seorang anak laki-laki yang bernama sangkuriang. anak tersebut sangat gemar memburu di dalam hutan. setiap berburu, dia selalu di temani oleh se ekor anjing ke sayangan yang bernama tumang. tumang adalah titisan dewa, dan juga bapa kandung sangkuriang, tetapi sangkuriang tidak tahu hal itu dan ibu nya memang sengaja merahasia kan nya.

pada suatu hari, seperti biasa nya sangkuriang pergi ke hutan untuk berburu. setelah sampai nya di hutan, sangkuriang mulay mencari buruan. dia melihat ada se ekor burung yng sedang bertengger di lahan, lalu tanpa berpikir panjang sangkuriang langsung menembak nya dan tepat mengenai sasaran sangkuriang lalu memerintah tumang untuk mengejar buruan nya tdi,ttapi situmng diam saja dan tdk mau mnqikuti perintah sngkuriang. karena sangat jengkel pda tumang maka sangkuriang lalu mengusir tumang dan tdk diijinkan plang ke rmh brsama nya lagi

ssampai dirmh, sangkuriang menceritakan kejadian tersebut kpd ibu nya begitu mendengar cerita dri anak nya, dayang sumbi sngat mrah.diambil sendok nasi dan dipkulkan ke kepala nya. karena merasa kecewa dngn prlakuan ibu nya,mka sngkuriang mmutuskan untuk pergi mngembara dan meninggal kan rumah nya.

stalah kejadian itu, dayang sumbi sangat mnyesali perbuatan nya. ia berdoa setiap hari, dan mminta agar suatu hari dpt bertemu dngan anak nya kembali karna kesungguhan dari doa dayang sumbi tersebut,mka dewa memberikan hadiah kecantikan abadi selamnya nya.

setelah bertahun thun lma nya sngkuriang mengembara,akhirnya berniat pulang ke kmpung halaman nya sesampainya disana,dia sngat terkejut sekali,karna kampung halaman nya brubah total.rasa senang sangkuriang tersebut bertambah ketika saat ditngah jalan bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik jelita,yang tidak lain adealah dayang sumbi. karna terpesona dngan kecntikkan tersebut,mka sngkuriang melamarnya.akhir nya lamaean sangkuriang diterima oleh dayang sumbi, dan sepakat akan mnikah diwktu dekat.

pda suatu hari sangkuriamg meminta ijin untuk berburu di hutan kpd calon istri nya alangkah terkejut nya dayang sumbi melihat bekas luka yang mirip dengan bekas luka anak nya dayang sumbi bertambah terkejut, karena ternyata benar bahwa clon suami nya tersebut adalh ank nya sndri.

dayang sumbi sangat bingung sekali untuk mncoba berbicara kepada sangkuriang, supaya sangkuriang mencoba membatal kan prnikahan nya dan hanya di anggap angin lalu saja.

setiap hari dayang sumbi berpikir bagai mana cara membatal kan pernikahan mereka dayang sumbi mengaju kan 2 syaratapabila sangkuriang dapat memenuhi 2syarat tersebut, maka dayang sumbi mau jadikan istri nya tapi sebalik nya,
1. dayang sumbi ingin membendung sungai citarum
2. dayang sumbi ingin meminta sangkuriang untuk membuat sanpan yang besar untuk menybrang sungai.

sebelum pajar menyingsing sangkuriang garus mnyelesai kan tugas trsbut. diam-diam dayang sumbi mengintip hasil kerja dari sangkuriang betapa terkejut nya dia, sangkuriang hampir mnyelesai kan syarat tersebut.

dayang sumbi lalu meminta bantuan masyarakat sekitar untuk menggelar kain sutra berwarna merah di sebelum timur kota. ketika melihat warna memerah sangkuriang mengira kalo hari sudah menjelang pagi. sangkuriang langsung menghentikan pekerjaan nya dan akhir nya sangkuriang tidak dapat memenuhi syarat yg di ajukan dayang sumbi.

dengan rasa jengkel dan kecewa, sangkuriang lalu menjebol bendungan yg telah di buat nya sendri.maka terjadi lah banjir dan akhir nya seluruh kota terendam air sangkuriang juga menendang sanpan besar yg telah di buat nya. sanpan itu melayang dan jatuh tertumpuk, lalu menjadi sebuah gunung yg brnma

sebelumnya

cerita terjadinya mado-mado atau marga di nias (sumatra utara

Ketika kita berbicara tentang asal usul tentang sesuatu marga, suku maupun peradaban, tentu akan banyak perbedaan persepsi dan pendapat yang akan muncul. Begitu pula dengan bahasan pada artikel kali ini. Asal usul Marga Nias memiliki banyak versi. Baik itu versi sejarah geografis, hingga versi legenda atau cerita leluhur pada masa dulu. Menyikapi masalah ini, penulis mencoba mempersempit sudut pandang tentang dasar penulisan artikel ini. Cerita dibawah ini diambil dari versi legenda atau cerita rakyat yang banyak ditulis di buku-buku sejarah Nias. Selamat membaca.

Konon, Lowalangi (Mula Jadi Na Bolon bagi orang Batak)menciptakan langit berlapis Sembilan. Lalu menciptakan pohon kehidupan bernama Tora’a. pohon kehidupan itu berbuah dua buah yang kemudian dierami oleh seekor laba-laba. Lalu lahirlah sepasang dewa dari buah tersebut bernama Tuhamora’anggi Tuhamoraana’a (berjenis kelamin laki-laki) dan Burutiraoangi Burutiraoana’a (berjenis kelamin perempuan). Kedua Dewa ini kemudian menjadi penghuni langit berlapis Sembilan tersebut.

Hombo Batu, Salah satu tradisi di Nias

Teteholi Ana’a adalah nama lapis langit yang terdekat ke bumi. Salah satu keturunan Dewa tersebut bernama Sirao Uwu Zihono atau nama lain Sirao Uwu Zato mendiami langit lapis pertama atau yang paling dekat ke bumi. Sirao ini beristri 3 dan masing – masing istrinya melahirkan 3 anak sehingga total anak Sirao ini ada 9 orang.

Konon, kesembilan anak Sirao ini berselisih memperebutkan tahta penguasa lapis pertama untuk menggantikan ayahnya yang sudah tua. Untuk mengatasi permasalahan itu, Sirao Uwu Zihono melakukan sayembara ketangkasan menari di atas mata Sembilan tombak. Sayembara ini dimenangkan oleh si bungsu, Luo Mewona. Dengan demikian, Luo Mewona menjadi penguasa langit lapis pertama.

Kedelapan abangnya yang kalah beserta seorang anak dari Luo Mewona diturunkan ke Bumi yaitu ke Tano Niha (Tanah Nias) atas kehendak mereka sendiri. Lima dari Sembilan orang tersebut mendarat dengan selamat di bumi dan keempat lainnya mendarat tidak sempurna. Mereka yang mendarat selamat ialah :

1. Hiawalangi Sinada (Hia) turun di Boronadu, kecamatan Gumo dan menjadi leluhur dari marga Telaumbanua, Gulo, Mendofa dan Harefa.

2. Gozo Hela-Hela mendarat di Barat Laut Hilimaziaya, Nias Utara, kecamatan Lahewa sekarang dan menjadi leluhur dari marga : Baeha, Wuruwu, Zendrato dan Lase.

3. Daeli Bagambolangi (Daeli) turun di Tolamera, negeri Idanoi adalah yang menjadi leluhur marga – marga Daeli, Larosa, Zai, dan Hulu.

4. Hulu Borndano (putra sulung Luo Mewona) turun di Laehuwa, Nias Barat Laut dan menjadi leluhur dari marga-marga : Ndruru, Bu’uolo dan Hulu.

5. Silogu (putra sulung Luo Mewona) turun di Nias Timur dan menjadi leluhur dari marga-marga Zebua, Bawo dan Zega.

Empat putra Sirao yang turun tidak wajar adalah :

1. Bauadano Hia karena badannya yang terlalu berat turun ke Tano Niha menembus ke dalam Bumi dan menjelma menjadi ular yang dikenal dengan sebutan Da’o Zanaya Tano Sisagoro (si penadah bumi). Konon jika di bumi terjadi perang dan darah manusia merembes ke bumi, Da’o Zanaya akan sangat marah dan mengguncang bumi dari bawah hingga menimbulkan gempa. Untuk menghentikan gempa bumi itu, orang Nias akan berteriak “BihaTua !” artinya : Sudahlah Nenek, kami tidak akan berperang lagi

2. Gozo Tuhazangarofa ketika turun di bumi tercebur ke sugai dan menjelma menjadi dewa sungai penguasa segala kehidupan di air. Karena itu bila nelayan hendak mencari ikan di sungai atau laut terlebih dahulu mereka berdoa keada Dewa Sungai tersebut.

3. Lakindrolai Sitambalina ketika turun di bumi tertiup oleh angin kencang dan tersangkut di pohon. Dia menjelma menjadi roh penunggu hutan bernama Bela Hogugeu. Karena itu kaum pemburu selalu lebih dahulu menyembah dewa hutan ini sebelum berburu ke hutan.

4. Sofuso Kara mendarat di bukit bebatuan di daerah Laraga sekarang. Sofuso Kara kemudian menjadi leluhur orang – orang berilmu kebal. Demikianlah legenda tersebut dikisahkan. Namun seperti kebanyakan mitos, tentunya terdapat banyak versi lain dari kisah ini. Kalau dilihat dari sejarahnya sendiri, sebenarnya Siraouwu Zihono yang diklaim sebagai Dewa adalah seorang perantau yang datang dari daerah Burma (Thailand). Ia adalah orang pertama yang bermukim di pulau Nias.

english translete : cerita dalam bahas ingris
When we talk about the origin of something clan , tribe or civilization , it would be a lot of differences in perception and opinion will appear . Similarly, the discussion in this article . The origin of Highways Nias has many versions . Both the versions of geographical history , legends or stories to version ancestors in the first period . Addressing this issue , the authors tried to narrow the angle of view on the basis of the writing of this article . The story below was taken from the version of the legend or folklore is a lot written in the history books of Nias . Happy reading .

That said , Lowalangi ( So Na Bolon At the Batak people ) created the heavens layered Nine . Then create a tree of life called Tora'a . the tree of life is fruitful two pieces which are then incubated by a spider . And so was born a god of the fruit named Tuhamora'anggi Tuhamoraana'a ( male sex ) and Burutiraoangi Burutiraoana'a ( female ) . Both of these gods later became residents of the nine layered sky .

Hombo Stone , One of the traditions in Nias

Teteholi Ana'a sky is the name of the layer closest to the earth . One of the descendants of the gods named Sirao Uwu Zihono or another name Sirao Uwu Zato inhabits the sky or the first layer closest to the earth . Sirao 3 and each is married - his wife gave birth to their third child so that the child Sirao total there are 9 people .

That said , the ninth child Sirao fight over the throne of the ruler is disputing the first layer to replace his old father . To solve that problem, Sirao Uwu Zihono doing agility competition dancing on spear Nine eyes . The competition was won by the youngest , Luo Mewona . Thus , Luo Mewona became the first ruler of the sky layer .

Eighth and their brother who lost a child of Luo Mewona relegated to Earth is to Tano Niha ( Land Nias ) of their own accord . Five of the nine people landed safely on earth and the other four are not perfect landing . Those who survived the landing is :

1 . Hiawalangi Sinada ( Hia ) fell in Boronadu , sub Gumo and became the ancestor of the clan Telaumbanua , Gulo , Mendofa and Harefa .

2 . Gozo Hela Hela - landed in the Northwest Hilimaziaya , North Nias , sub Lahewa now and be the ancestor of the clan : Baeha , Wuruwu , Zendrato and Lase .

3 . Daeli Bagambolangi ( Daeli ) fell in Tolamera , Idanoi country is that an ancestor of the clan - the clan Daeli , Larosa , Zai , and Hulu .

4 . Upstream Borndano ( Luo Mewona eldest son ) fell in Laehuwa , West Nias Sea and became the ancestors of clans : Ndruru , Bu'uolo and Hulu .

5 . Silogu ( Luo Mewona eldest son ) fell in Nias East and became the ancestors of clans Zebua , Bawo and Zega .

Four men who fell unnatural Sirao is :

1 . Hia Bauadano because his body is too heavy to Tano Niha penetrate down into the earth and transformed into a snake , known as Tano Zanaya Da'o Sisagoro ( the receiver of the earth ) . It is said that if there is a war on earth and human blood seeps into the earth , Da'o Zanaya will be very angry and shaking the earth from the ground to cause an earthquake . To stop the earthquake , Nias people will shout " BihaTua ! " Means : Come on Grandma , we will not fight again

2 . Gozo Tuhazangarofa when down in the earth plunged into Sugai and transformed into a river god ruler of all life in the water . Therefore, if fishermen want to catch fish in the river or sea they pray keada advance the River God .

3 . Lakindrolai Sitambalina when dropped on earth blown by strong winds and stuck in a tree . He transformed into a forest guardian spirit named Bela Hogugeu . Because it was the first hunter always worshiped the forest before the forest to hunt .

4 . Sofuso Kara landed on the rocks in the hills Laraga now . Sofuso Kara then became the ancestors of people - knowledgeable people are immune . Thus the legend is told . But like most myths , of course, there are many other versions of this story . When viewed from its own history , in fact Siraouwu Zihono who claimed to be God is a local nomads who came from Burma ( Thailand ) . He was the first to settle on the island .

wayang golek dalam bahasa inggris

Marionette Puppet Sunda story . This story is the story of the puppet show . Hopefully this puppet story that one of our culture can be sustainable .

It tells the story of Kites Jamus Kalimusada stolen by a punakawan Pandavas nyaeta Astrajingga ( cepot ) kalimusada Jamus kite is lamcng keaagungan dinegri puppet state that it is a philosophy of life or dikita Equality is a glimpse Pancsila.inilah story.

Abiyasa parents Pandu Dewanata also the grandfather of the Pandavas and the Kauravas also ex - king of Astina , abiasa not an ordinary person like his saying he holds receipts oracle , obtaining his words into reality Alas Sapta Ren.ga Where a place to stay , at first ma pedestal Sapta Rengga abiasa arrival grandchildren and buyunya of Amarta that Arjuna & Billy gaca.maksud of arrival other than friendship there are important things that must be submitted Arjuna about the riots which happened in downtown Amarta that when the object that dipusti pusti ( guarded ) who became a symbol of the country ( Jamus kalimusada ) is lost , but according to Jamus kite Abiyasa kalimusada not lost but taken by someone else behind abiayasa ask why emblem that can be lost and they may blame because he thinks it is also the symbol of the state morbidly sbgmana run properly , but arjuna menakan who stole abiayasa reluctant to say it like that , because he scared when someone shows and will be pitting / slander . Then abiayasa caused that arjunam trying to find themselves , Arjuna tells someone one night there was someone sneak into the palace she suspected her son was cepot semar but Arjuna did not want to accuse him that he was afraid that was a pseudonym for unknown cepot cepot not return to Tumaritis , abiasa advised Arjuna to meet someone should ask him because he's a god Krishna who has Lopian mirror that can see sesuatt or missed bolt , arjuna & gatotgacapun goodbye after dpt hint of eyangnya ( abiyasa ) .

Amid trip Arjuna stopped and suggested that GACA gatot cepot and Arjuna will seek to Duarwati dngn mengendariai horse , the horse will come first calling itself pabila arjuna mounts the horse is a god soparta , before getting the horse used to fight Arjuna dngn god soparta , short ceritra soparta arjuna defeated , soparta disappeared but lost bknnya vanished but infiltrate the body arjuna , the horse is not a horse named Arbapuspa.arba flower carelessly Numun horse was actually a god he understands human Idioms tractable seta dAPT terbang.setelah arjuna went to meet Krishna gatot gacapun fly search for Bima ( father ) who is investigating the Milky cepot.sementara chasing chasing cepot but he found it hard turns so slippery cepot very hard to be pursued as kucing2an cepot pursued only when he appeared in the east westward to the east pursued him there diselatan so on , but the Milky despair he kept mengejarnya.disaat Milky fatigue gatot GACA which were lifted last saw menghapiri bima and they make the strategy laid siege Astrajingga remedy .

Cepot who already knew he was being sought segaja Klu him playing with them , he was deliberately stealing Jamus kite because he was annoyed that someone Pimpina royal symbol of the state that must be practiced turns left just like he intends to give lessons pemipin pd kingdom .

artinya :
Cerita Wayang Golek Sunda. Cerita ini adalah cerita wayang golek. Semoga cerita wayang ini bermanfaat agar salah satu kebudayaan kita ini bisa lestari.

Kisah ini menceritakan dicurinya Layang Jamus Kalimusada oleh seorang punakawan Pandawa nyaeta ASTRAJINGGA (cepot) layang jamus kalimusada adalah lamcng keaagungan Negara dinegri pewayangan yg isinya adalah falsafah hidup atau pesamaan dikita adalah Pancsila.inilah sekilas ceritanya.

Abiyasa orang tua pandu dewanata juga kakek dari Pandawa-Kurawa dan juga mantan raja Astina,abiasa bukanlah orang biasa ia bergelar resi sabdanya bagaikan sabda dewa,ucapannya selau menjadi kenyataan Alas sapta Ren.ga Dimana tempat di tinggal,di perta alas Sapta Rengga abiasa kedatangan cucu serta buyunya dari Amarta yaitu Arjuna & Gatot gaca.maksud dari kedatangannya selain dari silaturahmi ada hal penting yg mesti disampaikan arjuna yaitu tentang kericuhan yg terjadi di pusat kota Amarta yg saat itu benda yg dipusti pusti (dijaga) yg menjadi lambang negara(jamus kalimusada) hilang,namun menurut Abiyasa layang jamus kalimusada bukan hilang namun diambil oleh seseorang abiayasa pun balik bertanya kenapa lambang itu bisa hilang dan menyalahkan mereka mungkin karena menurutnya pula lambang negara itu tdk dijalankan sbgmana mestinya,arjuna menakan siapa pencurinya namun abiayasa enggan mengatakanya,karena ia takut bila menunjukan seseorang dan akan menjadi adu domba/fitnah. Lalu abiayasa menyuruh agar arjunam berusaha mencarinya sendiri,arjuna menceritakan pd suatu malam ada seseorang menyelinap ke keraton diduga dia adalah cepot anaknya semar namun arjuna tak mau menuduhnya yg ia takut itu adalah samaran cepot karena diketahui cepot tak pulang ke tumaritis,abiasa menyarankan agar arjuna menemui seseorang dia harus menanyakan pada Kresna karena dia seorang batara yg mempunyai cermin lopian yg bisa melihat sesuatt atau kejadian yg terlewat,arjuna&gatotgacapun pamit setelah dpt petunjuk dari eyangnya(abiyasa).

Ditengah perjalanan arjuna berhenti dan menyarankan agar gatot gaca mencari cepot dan arjuna akan ke Duarwati dngn mengendariai kuda, kuda itu akan datang sendiri pabila arjuna memanggilnya dulu kuda itu adalah tunggangan dewa soparta,sebelum mendapatkan kuda itu arjuna bertarung dulu dngn dewa soparta,singkat ceritra soparta dikalahkan arjuna,soparta menghilang namun bknnya hilang lenyap begitu saja melainkan menyusup ke tubuh arjuna,kuda itu bernama Arbapuspa.arba puspa bukan kuda sembarangan numun kuda itu sebenarnya dewa ia sangat mengerti bhs manusia penurut seta dapt terbang.setelah arjuna pergi untuk menemui Kresna gatot gacapun terbang mencari Bima(bapaknya) yg sedang mengusut cepot.sementara itu bima sedang mengejar ngejar cepot namun ia menemui kesulitan ternyata cepot begitu licin susah tuk dikejar seperti kucing2an saja ketika cepot dikejar kebarat dia muncul di timur dikejar ketimur dia ada diselatan begitu seterusnya,namun Bima tak putus asa dia terus mengejarnya.disaat bima kelelahan gatot gaca yg mengangkasa melihatnya lalu menghapiri bima dan mereka membuat strategi untk mengepung astrajingga.

Cepot yg sudah tahu klu dia sedang dicari segaja dia mempermainkan mereka,ia memang sengaja mencuri layang jamus karena ia merasa kesal pd pimpina kerajaan bahwasanya lambang negara yg harus diamalkan ternyata dibiarkan begitu saja ia bermaksud memberi pelajaran pd pemipin kerajaan.

sebelumnya 

sejarah kristen dalam bahasa inggris

The inclusion of the history of Christianity in Indonesia

Catholic Christianity brought into Indonesia by the Portuguese , especially on the island of Flores and Timor .

Protestant Christianity was first introduced by the Dutch in the 16th century AD by the influence of Calvinist and Lutheran teachings . Animist region in eastern Indonesia , and other parts , is the main aim of the Dutch people , including Maluku , Nusa Tenggara , Papua and Kalimantan . Later , Christianity spread through the coastal ports of Borneo , the misionarispun arrive in Toraja , Sulawesi . Sumatra also became a target when the missionaries , especially the people of Batak , where many today who become Protestants .

[edit ] Pioneer Catholics in Indonesia : 645 - 1500
Catholic religion for the first time come to Indonesia in the first part of the seventh century in West Sumatra . This fact was reaffirmed by the ( late) Prof . Dr. . Sucipto Wirjosuprapto . To understand this fact it is necessary to research and a series of news and testimony spread over a period of time and more space . News can be read in ancient history essay historian Shaykh Abu Salih al - Armini who wrote the book " list news about churches and monastery of the province of Egypt and the lands beyond " . which ran a story about 707 churches and 181 hermitage Serani spread in Egypt , Nubia , Abbessinia , West Africa , Spain , Arabia , India and Indonesia .

With the news continuing investigation of Abu Salih al - Armini we can draw the conclusion that the city formerly called Pancur Barus and is currently located in the Diocese of Sibolga in West Sumatra is the oldest Catholic residence in Indonesia . In Barus also have stood a church with the name of the Church of the Virgin Mary Pure ( Indonesian Catholic Church Series 1 , issued by KWI )

[edit ] Early Start : 14th century until the 18th century
And then the 14th century and into the 15th either as a continuation of the people in Barus or not it turns out there was testimony that the 14th century and the 15th have no Catholics in South Sumatra .

Catholicism arrived in Indonesia when the arrival of the Portuguese spice trade .

Many Portuguese who have a goal to spread Roman Catholicism in Indonesia , starting from the Maluku islands in 1534 . Between 1546 and 1547 , a pioneer Christian missionary , Francis Xavier , visited the island and baptized several thousand locals .

During the VOC period , many practitioners of Roman Catholicism that fall , in relation to VOC policy that condemns the religion . The most noticeable is in Flores and East Timor , where the VOC centered . Moreover, Roman Catholic priests have been sent to jail or punished and replaced by Protestant priests of Belanda.Seorang Roman Catholic priest was executed for celebrating Holy Mass in a prison during Jan Pieterszoon Coen served as governor of the Dutch East Indies .

In 2006 , 3 % of Indonesia's population is Catholic , smaller than the Protestants . They mostly live in Papua and Flores .

[edit ] Protestant
Protestant developed in Indonesia during the Dutch colonial period ( VOC ) , in about the 16th century . VOC policy that condemns Catholicism successfully managed to increase the number of Saxon Protestant in Indonesia . Religion is growing very rapidly in the 20th century , marked by the arrival of the missionaries of Eopa to several regions in Indonesia , such as in the western region of Papua and fewer in the Sunda islands . In 1965 , when a power struggle , religious people are not regarded as people who had not God , and therefore do not get their rights as full citizens . As a result , Protestant churches experienced a growth in members , most of them feel uneasy about the political ideals of the Islamic party .

Protestants form a significant minority associations in some areas . For example , on the island of Sulawesi , 17 % of the population is Protestant , especially in Tana Toraja and Central Sulawesi . Approximately 65 % of the population in Tana Toraja is Protestant . in some areas , whole villages or villages have different designations against the Protestants , such as Adventist or Salvation Army , depending on the success of the activities of the missionaries .

In Indonesia , there are two provinces are predominantly Protestant , Papua and North Sulawesi , with 60 % and 64 % of the total penduduk.Di Papua , Protestant doctrine has been well practiced by the natives . In North Sulawesi , Minahasa people centered around Manado , converted to Protestantism in the 19th century . Currently , most of the natives of North Sulawesi run some Protestants . In addition, migrants from Java and Madura Muslim also began to arrive . In 2006 , five percent of the population of Indonesia is a Protestant Christian .

artinya :

Sejarah Masuknya Agama Kristen Di Indonesia
risten Katolik dibawa masuk ke Indonesia oleh bangsa Portugis, khususnya di pulau Flores dan Timor.

Kristen Protestan pertama kali diperkenalkan oleh bangsa Belanda pada abad ke-16 M dengan pengaruh ajaran Calvinis dan Lutheran. Wilayah penganut animisme di wilayah Indonesia bagian Timur, dan bagian lain, merupakan tujuan utama orang-orang Belanda, termasuk Maluku, Nusa Tenggara, Papua dan Kalimantan. Kemudian, Kristen menyebar melalui pelabuhan pantai Borneo, kaum misionarispun tiba di Toraja, Sulawesi. Wilayah Sumatera juga menjadi target para misionaris ketika itu, khususnya adalah orang-orang Batak, dimana banyak saat ini yang menjadi pemeluk Protestan.

[sunting] Umat Katolik Perintis di Indonesia: 645 - 1500
Agama Katolik untuk pertama kalinya masuk ke Indonesia pada bagian pertama abad ketujuh di Sumatera Barat. Fakta ini ditegaskan kembali oleh (Alm) Prof. Dr. Sucipto Wirjosuprapto. Untuk mengerti fakta ini perlulah penelitian dan rentetan berita dan kesaksian yang tersebar dalam jangka waktu dan tempat yang lebih luas. Berita tersebut dapat dibaca dalam sejarah kuno karangan seorang ahli sejarah Shaykh Abu Salih al-Armini yang menulis buku “Daftar berita-berita tentang Gereja-gereja dan pertapaan dari provinsi Mesir dan tanah-tanah di luarnya”. yang memuat berita tentang 707 gereja dan 181 pertapaan Serani yang tersebar di Mesir, Nubia, Abbessinia, Afrika Barat, Spanyol, Arabia, India dan Indonesia.

Dengan terus dilakukan penyelidikan berita dari Abu Salih al-Armini kita dapat mengambil kesimpulan kota Barus yang dahulu disebut Pancur dan saat ini terletak di dalam Keuskupan Sibolga di Sumatera Barat adalah tempat kediaman umat Katolik tertua di Indonesia. Di Barus juga telah berdiri sebuah Gereja dengan nama Gereja Bunda Perawan Murni Maria (Gereja Katolik Indonesia seri 1, diterbitkan oleh KWI)

[sunting] Awal Mula: abad ke-14 sampai abad ke-18
Dan selanjutnya abad ke-14 dan ke-15 entah sebagai kelanjutan umat di Barus atau bukan ternyata ada kesaksian bahwa abad ke-14 dan ke-15 telah ada umat Katolik di Sumatera Selatan.

Kristen Katolik tiba di Indonesia saat kedatangan bangsa Portugis yang berdagang rempah-rempah.

Banyak orang Portugis yang memiliki tujuan untuk menyebarkan agama Katolik Roma di Indonesia, dimulai dari kepulauan Maluku pada tahun 1534. Antara tahun 1546 dan 1547, pelopor misionaris Kristen, Fransiskus Xaverius, mengunjungi pulau itu dan membaptiskan beberapa ribu penduduk setempat.

Selama masa VOC, banyak praktisi paham Katolik Roma yang jatuh, dalam hal kaitan kebijakan VOC yang mengutuk agama itu. Yang paling tampak adalah di Flores dan Timor Timur, dimana VOC berpusat. Lebih dari itu, para imam Katolik Roma telah dikirim ke penjara atau dihukum dan digantikan oleh para imam Protestan dari Belanda.Seorang imam Katolik Roma telah dieksekusi karena merayakan misa kudus di suatu penjara semasa Jan Pieterszoon Coen menjabat sebagai gubernur Hindia Belanda.

Pada tahun 2006, 3% dari penduduk Indonesia adalah Katolik, lebih kecil dibandingkan para penganut Protestan. Mereka kebanyakan tinggal di Papua dan Flores.

[sunting] Kristen Protestan
Kristen Protestan berkembang di Indonesia selama masa kolonial Belanda (VOC), pada sekitar abad ke-16. Kebijakan VOC yang mengutuk paham Katolik dengan sukses berhasil meningkatkan jumlah penganut paham Protestan di Indonesia. Agama ini berkembang dengan sangat pesat di abad ke-20, yang ditandai oleh kedatangan para misionaris dari Eopa ke beberapa wilayah di Indonesia, seperti di wilayah barat Papua dan lebih sedikit di kepulauan Sunda. Pada 1965, ketika terjadi perebutan kekuasaan, orang-orang tidak beragama dianggap sebagai orang-orang yang tidak ber-Tuhan, dan karenanya tidak mendapatkan hak-haknya yang penuh sebagai warganegara. Sebagai hasilnya, gereja Protestan mengalami suatu pertumbuhan anggota, sebagian besar dari mereka merasa gelisah atas cita-cita politik partai Islam.

Protestan membentuk suatu perkumpulan minoritas penting di beberapa wilayah. Sebagai contoh, di pulau Sulawesi, 17% penduduknya adalah Protestan, terutama di Tana Toraja dan Sulawesi Tengah. Sekitar 65% penduduk di Tana Toraja adalah Protestan. dibeberapa wilayah, keseluruhan desa atau kampung memiliki sebutan berbeda terhadap aliran Protestan ini, seperti Adventist atau Bala Keselamatan, tergantung pada keberhasilan aktivitas para misionaris.

Di Indonesia, terdapat dua provinsi yang mayoritas penduduknya adalah Protestan, yaitu Papua dan Sulawesi Utara, dengan 60% dan 64% dari jumlah penduduk.Di Papua, ajaran Protestan telah dipraktikkan secara baik oleh penduduk asli. Di Sulawesi Utara, kaum Minahasa yang berpusat di sekeliling Manado, berpindah agama ke Protestan pada sekitar abad ke-19. Saat ini, kebanyakan dari penduduk asli Sulawesi Utara menjalankan beberapa aliran Protestan. Selain itu, para transmigran dari pulau Jawa dan Madura yang beragama Islam juga mulai berdatangan. Pada tahun 2006, lima persen dari jumlah penduduk Indonesia adalah penganut Kristen Protestan.

sebelumnya : sejarah islam dalam bahasa inggris

sejarah islam dalam bahasa inggris

Sejarah Lahirnya Islam di Indonesia

Islam merupakan salah satu agama besar di dunia saat ini. Agama ini lahir dan berkembang di Tanah Arab. Pendirinya ialah Muhammad. Agama ini lahir salah satunya sebagai reaksi atas rendahnya moral manusia pada saat itu. Manusia pada saat itu hidup dalam keadaan moral yang rendah dan kebodohan (jahiliah). Mereka sudah tidak lagi mengindahkan ajaran-ajaran nabi-nabi sebelumnya. Hal itu menyebabkan manusia berada pada titik terendah. Penyembahan berhala, pembunuhan, perzinahan, dan tindakan rendah lainnya merajalela.

Islam mulai disiarkan sekitar tahun 612 di Mekkah. Karena penyebaran agama baru ini mendapat tantangan dari lingkungannya, Muhammad kemudian pindah (hijrah) ke Madinah pada tahun 622. Dari sinilah Islam berkembang ke seluruh dunia.

Muhammad mendirikan wilayah kekuasaannya di Madinah. Pemerintahannya didasarkan pada pemerintahan Islam. Muhammad kemudian berusaha menyebarluaskan Islam dengan memperluas wilayahnya.

Setelah Muhammad wafat pada tahun 632, proses menyebarluaskan Islam dilanjutkan oleh para kalifah yang ditunjuk Muhammad.

Sampai tahun 750, wilayah Islam telah meliputi Jazirah Arab, Palestina, Afrika Utara, Irak, Suriah, Persia, Mesir, Sisilia, Spanyol, Asia Kecil, Rusia, Afganistan, dan daerah-daerah di Asia Tengah. Pada masa ini yang memerintah ialah Bani Umayyah dengan ibu kota Damaskus.

Pada tahun 750, Bani Umayyah dikalahkan oleh Bani Abbasiyah yang kemudian memerintah sampai tahun 1258 dengan ibu kota di Baghdad. Pada masa ini, tidak banyak dilakukan perluasan wilayah kekuasaan. Konsentrasi lebih pada pengembangan ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan peradaban Islam. Baghdad menjadi pusat perdagangan, kebudayaan dan ilmu pengetahuan.

Setelah pemerintahan Bani Abbasiyah, kekuasaan Islam terpecah. Perpecahan ini mengakibatkan banyak wilayah yang memisahkan diri. Akibatnya, penyebaran Islam dilakukan secara perorangan. Agama ini dapat berkembang dengan cepat karena Islam mengatur hubungan manusia dan TUHAN. Islam disebarluaskan tanpa paksaan kepada setiap orang untuk memeluknya.

Proses Masuk dan Berkembangnya Agama Islam di Indonesia

Sejarah mencatat bahwa kaum pedagang memegang peranan penting dalam persebaran agama dan kebudayaan Islam. Letak Indonesia yang strategis menyebabkan timbulnya bandarbandar perdagangan yang turut membantu mempercepat persebaran tersebut. Di samping itu, cara lain yang turut berperan ialah melalui dakwah yang dilakukan para mubaligh.

a. Peranan Kaum Pedagang

Seperti halnya penyebaran agama Hindu-Buddha, kaum pedagang memegang

peranan penting dalam proses penyebaran agama Islam, baik pedagang dari luar Indonesia

maupun para pedagang Indonesia.

Para pedagang itu datang dan berdagang di pusat-pusat perdagangan di daerah pesisir. Malaka merupakan pusat transit para pedagang. Di samping itu, bandar-bandar di sekitar Malaka seperti Perlak dan Samudra Pasai juga didatangi para pedagang.

Mereka tinggal di tempat-tempat tersebut dalam waktu yang lama, untuk menunggu datangnya angin musim. Pada saat menunggu inilah, terjadi pembauran antarpedagang dari berbagai bangsa serta antara pedagang dan penduduk setempat. Terjadilah kegiatan saling memperkenalkan adat-istiadat, budaya bahkan agama. Bukan hanya melakukan perdagangan, bahkan juga terjadi asimilasi melalui perkawinan.

Di antara para pedagang tersebut, terdapat pedagang Arab, Persia, dan Gujarat yang umumnya beragama Islam. Mereka mengenalkan agama dan budaya Islam kepada para pedagang lain maupun kepada penduduk setempat. Maka, mulailah ada penduduk Indonesia yang memeluk agama Islam. Lama-kelamaan penganut agama Islam makin banyak. Bahkan kemudian berkembang perkampungan para pedagang Islam di daerah pesisir.

Penduduk setempat yang telah memeluk agama Islam kemudian menyebarkan Islam kepada sesama pedagang, juga kepada sanak familinya. Akhirnya, Islam mulai berkembang di masyarakat Indonesia. Di samping itu para pedagang dan pelayar tersebut juga ada yang menikah dengan penduduk setempat sehingga lahirlah keluarga dan anak-anak yang Islam.

Hal ini berlangsung terus selama bertahun-tahun sehingga akhirnya muncul sebuah komunitas Islam, yang setelah kuat akhirnya membentuk sebuah pemerintahaan Islam. Dari situlah lahir kesultanan-kesultanan Islam di Nusantara.

b. Peranan Bandar-Bandar di Indonesia

Bandar merupakan tempat berlabuh kapal-kapal atau persinggahan kapal-kapal dagang. Bandar juga merupakan pusat perdagangan, bahkan juga digunakan sebagai tempat tinggal para pengusaha perkapalan. Sebagai negara kepulauan yang terletak pada jalur perdagangan internasional, Indonesia memiliki banyak bandar. Bandar-bandar ini memiliki peranan dan arti yang penting dalam proses masuknya Islam ke Indonesia.

Di bandar-bandar inilah para pedagang beragama Islam memperkenalkan Islam kepada para pedagang lain ataupun kepada penduduk setempat. Dengan demikian, bandar menjadi pintu masuk dan pusat penyebaran agama Islam ke Indonesia. Kalau kita lihat letak geografis kota-kota pusat kerajaan yang bercorak Islam pada umunya terletak di pesisir-pesisir dan muara sungai.

Dalam perkembangannya, bandar-bandar tersebut umumnya tumbuh menjadi kota bahkan ada yang menjadi kerajaan, seperti Perlak, Samudra Pasai, Palembang, Banten, Sunda Kelapa, Cirebon, Demak, Jepara, Tuban, Gresik, Banjarmasin, Gowa, Ternate, dan Tidore. Banyak pemimpin bandar yang memeluk agama Islam. Akibatnya, rakyatnya pun kemudian banyak memeluk agama Islam.

Peranan bandar-bandar sebagai pusat perdagangan dapat kita lihat jejaknya. Para pedagang di dalam kota mempunyai perkampungan sendiri-sendiri yang penempatannya ditentukan atas persetujuan dari penguasa kota tersebut, misalnya di Aceh, terdapat perkampungan orang Portugis, Benggalu Cina, Gujarat, Arab, dan Pegu.

Begitu juga di Banten dan kota-kota pasar kerajaan lainnya. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kota-kota pada masa pertumbuhan dan perkembangan Islam memiliki ciri-ciri yang hampir sama antara lain letaknya di pesisir, ada pasar, ada masjid, ada perkampungan, dan ada tempat para penguasa (sultan).

c. Peranan Para Wali dan Ulama

Salah satu cara penyebaran agama Islam ialah dengan cara mendakwah. Di samping sebagai pedagang, para pedagang Islam juga berperan sebagai mubaligh. Ada juga para mubaligh yang datang bersama pedagang dengan misi agamanya. Penyebaran Islam melalui dakwah ini berjalan dengan cara para ulama mendatangi masyarakat objek dakwah, dengan menggunakan pendekatan sosial budaya. Pola ini memakai bentuk akulturasi, yaitu menggunakan jenis budaya setempat yang dialiri dengan ajaran Islam di dalamnya. Di samping itu, para ulama ini juga mendirikan pesantren-pesantren sebagai sarana pendidikan Islam.

Di Pulau Jawa, penyebaran agama Islam dilakukan oleh Walisongo (9 wali). Wali ialah orang yang sudah mencapai tingkatan tertentu dalam mendekatkan diri kepada Allah. Para wali ini dekat dengan kalangan istana. Merekalah orang yang memberikan pengesahan atas sah tidaknya seseorang naik tahta. Mereka juga adalah penasihat sultan.

Karena dekat dengan kalangan istana, mereka kemudian diberi gelar sunan atau susuhunan (yang dijunjung tinggi). Kesembilan wali tersebut adalah seperti berikut.

(1) Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim). Inilah wali yang pertama datang ke Jawa pada abad ke-13 dan menyiarkan Islam di sekitar Gresik. Dimakamkan di Gresik, Jawa Timur.

(2) Sunan Ampel (Raden Rahmat). Menyiarkan Islam di Ampel, Surabaya, Jawa Timur. Beliau merupakan perancang pembangunan Masjid Demak.

(3) Sunan Derajad (Syarifudin). Anak dari Sunan Ampel. Menyiarkan agama di sekitar Surabaya. Seorang sunan yang sangat berjiwa sosial.

(4) Sunan Bonang (Makdum Ibrahim). Anak dari Sunan Ampel. Menyiarkan Islam di Tuban, Lasem, dan Rembang. Sunan yang sangat bijaksana.

(5) Sunan Kalijaga (Raden Mas Said/Jaka Said). Murid Sunan Bonang. Menyiarkan Islam di Jawa Tengah. Seorang pemimpin, pujangga, dan filosof. Menyiarkan agama dengan cara menyesuaikan dengan lingkungan setempat.

(6) Sunan Giri (Raden Paku). Menyiarkan Islam di luar Jawa, yaitu Madura, Bawean, Nusa Tenggara, dan Maluku. Menyiarkan agama dengan metode bermain.

(7) Sunan Kudus (Jafar Sodiq). Menyiarkan Islam di Kudus, Jawa Tengah. Seorang ahli seni bangunan. Hasilnya ialah Masjid dan Menara Kudus.

(8) Sunan Muria (Raden Umar Said). Menyiarkan Islam di lereng Gunung Muria, terletak antara Jepara dan Kudus, Jawa Tengah. Sangat dekat dengan rakyat jelata.

(9) Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah). Menyiarkan Islam di Banten, Sunda Kelapa, dan Cirebon. Seorang pemimpin berjiwa besar.

3. Kapan dan dari mana Islam Masuk Indonesia

Sejarah mencatat bahwa sejak awal Masehi, pedagang-pedagang dari India dan Cina sudah memiliki hubungan dagang dengan penduduk Indonesia. Namun demikian, kapan tepatnya Islam hadir di Nusantara?

Masuknya Islam ke Indonesia menimbulkan berbagai teori. Meski terdapat beberapa pendapat mengenai kedatangan agama Islam di Indonesia, banyak ahli sejarah cenderung percaya bahwa masuknya Islam ke Indonesia pada abad ke-7 berdasarkan Berita Cina zaman Dinasti Tang. Berita itu mencatat bahwa pada abad ke-7, terdapat permukiman pedagang muslim dari Arab di Desa Baros, daerah pantai barat Sumatra Utara.

Abad ke-13 Masehi lebih menunjuk pada perkembangan Islam bersamaan dengan tumbuhnya kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia. Pendapat ini berdasarkan catatan perjalanan Marco Polo yang menerangkan bahwa ia pernah singgah di Perlak pada tahun 1292 dan berjumpa dengan orang-orang yang telah menganut agama Islam.

Bukti yang turut memperkuat pendapat ini ialah ditemukannya nisan makam Raja Samudra Pasai, Sultan Malik al-Saleh yang berangka tahun 1297.

Jika diurutkan dari barat ke timur, Islam pertama kali masuk di Perlak, bagian utara Sumatra. Hal ini menyangkut strategisnya letak Perlak, yaitu di daerah Selat Malaka, jalur laut perdagangan internasional dari barat ke timur. Berikutnya ialah Kerajaan Samudra Pasai.

Di Jawa, Islam masuk melalui pesisir utara Pulau Jawa ditandai dengan ditemukannya makam Fatimah binti Maimun bin Hibatullah yang wafat pada tahun 475 Hijriah atau 1082 Masehi di Desa Leran, Kecamatan Manyar, Gresik. Dilihat dari namanya, diperkirakan Fatimah adalah keturunan Hibatullah, salah satu dinasti di Persia. Di samping itu, di Gresik juga ditemukan makam Malik Ibrahim dari Kasyan (satu tempat di Persia) yang meninggal pada tahun 822 H atau 1419 M. Agak ke pedalaman, di Mojokerto juga ditemukan ratusan kubur Islam kuno. Makam tertua berangka tahun 1374 M. Diperkirakan makam-makam ini ialah makam keluarga istana Majapahit.

Di Kalimantan, Islam masuk melalui Pontianak yang disiarkan oleh bangsawan Arab bernama Sultan Syarif Abdurrahman pada abad ke-18. Di hulu Sungai Pawan, di Ketapang, Kalimantan Barat ditemukan pemakaman Islam kuno. Angka tahun yang tertua pada makam-makam tersebut adalah tahun 1340 Saka (1418 M). Jadi, Islam telah ada sebelum abad ke-15 dan diperkirakan berasal dari Majapahit karena bentuk makam bergaya Majapahit dan berangka tahun Jawa kuno. Di Kalimantan Timur, Islam masuk melalui Kerajaan Kutai yang dibawa oleh dua orang penyiar agama dari Minangkabau yang bernama Tuan Haji Bandang dan Tuan Haji Tunggangparangan. Di Kalimantan Selatan, Islam masuk melalui Kerajaan Banjar yang disiarkan oleh Dayyan, seorang khatib (ahli khotbah) dari Demak. Di Kalimantan Tengah, bukti kedatangan Islam ditemukan pada masjid Ki Gede di Kotawaringin yang bertuliskan angka tahun 1434 M.

Di Sulawesi, Islam masuk melalui raja dan masyarakat Gowa-Tallo. Hal masuknya Islam ke Sulawesi ini tercatat pada Lontara Bilang. Menurut catatan tersebut, raja pertama yang memeluk Islam ialah Kanjeng Matoaya, raja keempat dari Tallo yang memeluk Islam pada tahun 1603. Adapun penyiar agama Islam di daerah ini berasal antara lain dari Demak, Tuban, Gresik, Minangkabau, bahkan dari Campa. Di Maluku, Islam masuk melalui bagian utara, yakni Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo. Diperkirakan Islam di daerah ini disiarkan oleh keempat ulama dari Irak, yaitu Syekh Amin, Syekh Mansyur, Syekh Umar, dan Syekh Yakub pada abad ke-8.

History of the Birth of Islam in Indonesia

Islam is one of the major religions in the world today . This religion was born and flourished in the Arab land . Its founder is Muhammad . This religion was born one of them as a reaction to the lack of human morals at that time . Humans at the time lived in a state of low morale and ignorance ( ignorance ) . They are no longer heed the teachings of the previous prophets . It causes people to be at the lowest point . Idolatry , murder , adultery , and other low action rampant .

Islam began to be broadcast around the year 612 in Mecca . Due to the spread of this new religion was challenged by the environment , then moved Muhammad ( hijra) to Medina in 622 . From this evolved throughout the Islamic world .

Muhammad founded his realm in Medina . His government based on Islamic government . Muhammad then tried to propagate Islam to expand its territory .

After Muhammad died in 632 , the process of propagating Islam followed by the caliph appointed Muhammad .

Until the year 750 , Islam has been covering the region of the Arabian Peninsula , Palestine , North Africa , Iraq , Syria , Persia , Egypt , Sicily , Spain , Asia Minor , Russia , Afghanistan , and the regions of Central Asia . At this time the ruling was the Umayyad capital of Damascus .

In 750 , the Umayyads were defeated by the Abbasids and then ruled until 1258 with its capital in Baghdad . At this time , there is much to expand the territory . The concentration is more on the development of science , culture , and civilization of Islam . Baghdad became the center of trade , culture and science .

After the reign of the Abbasids , Islamic power split . This split resulted in a lot of the breakaway region . As a result , the spread of Islam is done on an individual basis . This religion can evolve rapidly as Islam regulates human relationships and the Lord . Islam is distributed without force everyone to embrace him .

Login Process and Development of Islam in Indonesia

History records that the traders play an important role in the spread of Islamic religion and culture . Indonesia's strategic layout cause bandarbandar trade helped accelerate the spread . In addition , another way of contributing is through propaganda that made ​​the preachers .

a. The Role of Traders

As well as Hindu - Buddhist religion spread , the trader holds

important role in the spread of Islam , both merchants from outside Indonesia

and Indonesian traders .

The traders that come and trade in the trading centers in the coastal areas . Malacca is a transit center traders . In addition , the ports around Malacca as Perlak and Samudra Pasai also visited the traders .

They lived in these places for a long time , to await the arrival of monsoons. At this time of waiting , there was intermingling antarpedagang of various nations and between vendors and locals . Tempers activities introduce mutual customs , culture and even religion . Not only do the trade , even going on assimilation through marriage .

Among the traders , merchants are Arabic , Persian , and Gujarat which are predominantly Muslim . They introduce the religion and culture of Islam to other traders as well as to the local population . Thus , there began to be Indonesian population to Islam . Over time more and more adherents of Islam . Even then developed township of Muslim traders in the coastal areas .

Local residents who have converted to Islam later spread Islam to fellow traders , as well as to their relatives . Finally , Islam began to flourish in Indonesian society . In addition, the traders and voyagers also there are married to locals so was born the family and the children are Muslim .

It goes on for years and finally come up an Islamic community , which after a strong end to form an Islamic governance . From there was born in the Islamic sultanates of the archipelago .

b . Role - Bandar Bandar in Indonesia

Bandar is berths vessels or merchant ships transit . Airport is also the center of trade , even used as the residence of the businessman shipping . As an island nation located in the international trade route , Indonesia has a lot of airports . The ports have an important role and significance in the arrival of Islam to Indonesia .

In the ports of these Muslim traders introduced Islam to other traders or to the local population . Thus , an entrance port and the center of the spread of Islam in Indonesia . If we look at the geographical location of the cities of the central character of the Islamic empire in general lies in the coast - coast and estuaries .

During its development , the ports are generally grown into town and some have become the kingdom , such as Perlak , Samudra Pasai , Palembang , Jakarta , Sunda Kelapa , Cirebon , Demak , Jepara , Tuban , Gresik , Banjarmasin , Gowa , Ternate , and Tidore . Many airports leader who converted to Islam . As a result , many people were then converted to Islam .

The role of the ports as a hub of trade can be seen in his footsteps . The merchants in the city has its own township determined that placement with the approval of the city authorities , for example in Aceh, the Portuguese settlement , Benggalu Chinese , Gujarati , Arabic , and Pegu .

So also in Banten and market towns other kingdoms . From the above it can be concluded that the cities of the future growth and development of Islam have characteristics similar among others, located on the coast , there is no market , no mosque , no settlement , and there is where the ruler ( sultan ) .

c . Role of the Mayor and Scholars

One way the spread of Islam is a way mendakwah . In addition, as merchants , traders also act as a preacher of Islam . There is also the preachers who came along with his religious mission merchants . The spread of Islam through this propaganda goes the way of the scholars came to the people of propaganda object , using a socio-cultural approach . This pattern of acculturation shape wear , ie using local culture types were fed with the teachings of Islam in it . In addition , these scholars also established boarding schools as a means of Islamic education .

In Java , the spread of Islam made ​​by Walisongo ( 9 guardian ) . Trustee is the person who has reached a certain level in closer to Allah . The guardian is close to the palace . They are the people who give the endorsement of the legitimacy of a person's accession to the throne . They also are advisors sultan .

Since it is close to the palace , they were then given the title of Sunan or His Majesty ( upheld ) . The nine trustees are as follows .

( 1 ) Sunan Gresik ( Maulana Malik Ibrahim ) . This is the first guardian to come to Java in the 13th century and spread Islam around Gresik . Buried in Gresik , East Java .

( 2 ) Sunan Ampel ( Raden Rahmat ) . Islam broadcast on Ampel , Surabaya , East Java . He is the designer of the construction of the Mosque of Demak .

( 3 ) Sunan Degrees ( Syarifudin ) . Children of Sunan Ampel . Religious broadcast around Surabaya . A Sunan very socially minded .

( 4 ) Sunan Bonang ( Makdum Ibrahim ) . Children of Sunan Ampel . Islam broadcast in Tuban , Lasem , and Apex . Sunan very wise .

( 5 ) Sunan Kalidjaga ( Raden Mas Said / Said Jake ) . Pupils Sunan Bonang . Broadcast Islam in Central Java . A leader , poet , and philosopher . Religious broadcast by adapting to the local environment .

( 6 ) Sunan Giri ( Raden Paku ) . Islam broadcast outside Java , Madura ie , Bawean , Nusa Tenggara , and Maluku . Religious broadcast by the method of play.

( 7 ) Sunan Kudus ( Jafar Sodiq ) . Islam broadcast in Kudus, Central Java . An expert in the art of building . The result is the Holy Mosque and Minaret .

( 8 ) Sunan Muria ( Raden Umar Said ) . Islam broadcast on the slopes of Mount Muria , located between Jepara and Kudus , Central Java . Very close to the commoners .

( 9 ) Sunan Gunung Jati ( Syarif Hidayatullah ) . Islam in Banten broadcast , Sunda Kelapa , and Cirebon . A high-minded leader .

3 . When and from where Islam in Indonesia

History records that since the beginning of AD , traders from India and China already have trade relations with the Indonesian population . However , when exactly Islam is present in the archipelago ?

The entry of Islam into Indonesia rise to various theories . Although there are several opinions about the arrival of Islam in Indonesia , many historians tend to believe that the entry of Islam to Indonesia in the 7th century by the Tang Dynasty Chinese News . The news was noted that in the 7th century , there is a settlement of the Arab Muslim traders in the village of Baros , the west coast of North Sumatra .

13th century AD more points to the development of Islam along with the growth of Islamic kingdoms in Indonesia . This opinion is based on travel accounts of Marco Polo who testified that he had stopped in Perlak in 1292 and met with the people who have embraced Islam .

The evidence also reinforces this opinion is the discovery of the tomb tombstone of King Samudra Pasai , Sultan Malik al - Saleh were framed in 1297 .

If sorted from west to east , Islam first entered in Perlak , northern Sumatra . This involves the strategic location of Perlak , namely in the area of ​​the Strait of Malacca , international trade sea lanes from west to east . Next is the kingdom of Samudra Pasai .

In Java , Islam entered through the north coast of Java Island is marked by the discovery of the tomb of Fatimah bint Maimoon Hibatullah son who died in the year 475 Hijri or 1082 AD in the village of Leran , Manyar Subdistrict , Gresik . Judging from its name , is a descendant of Fatimah expected Hibatullah , one of the dynasty in Persia . In addition , in Gresik also found the tomb of Malik Ibrahim of Kashan ( a place in Persian ) who died in the year 822 H or 1419 AD bit inland , in Mojokerto also found hundreds of ancient Islamic tomb . The oldest tomb framed in 1374 AD It is estimated that these tombs is the tomb of the Majapahit royal family .

In Kalimantan , Pontianak Islam came through broadcast by the Arab nobles called Sultan Syarif Abdurrahman in the 18th century . Pawan River upstream , in Ketapang , West Kalimantan discovered an ancient Muslim cemetery . Figures of the oldest in the tombs was in 1340 Saka (1418 AD ) . Thus , Islam has existed before the 15th century and are thought to originate from the Majapahit Majapahit -style tomb because the shape and framed in ancient Java . In East Kalimantan , the Kutai kingdom Islam came through brought by two people of Minangkabau religious broadcaster named Tuan Tuan Haji and Haji Bandang Tunggangparangan . In South Kalimantan , the Islamic kingdom of Banjar entry through the broadcast by Dayyan , a khatib ( sermon expert ) of Demak . In Central Kalimantan , found evidence of the arrival of Islam in the mosque Ki Gede in Kotawaringin that reads numbers in 1434 AD

In Sulawesi , Islam came through the king and the people of Gowa - Tallo . It is the entry of Islam into Sulawesi recorded on Lontara Me . According to the records , the first king who converted to Islam is Kanjeng Matoaya , the fourth king of Tallo who embraced Islam in 1603 . The announcer of Islam in this region came among others from Demak , Tuban , Gresik , Minangkabau , even from Campa . In Maluku , Islam entered through the northern part , which is Ternate , Tidore , Bacan , and Jailolo . Islam in this region is estimated to be broadcast by the four scholars of Iraq , namely Sheikh Amin , Sheikh Mansour , Sheikh Omar , Sheikh and Jacob in the 8th century .

Rabu, 12 Februari 2014

cerita bahasa ingris pendek

The Winepress

by Josef Essberger

The Winepress"You don't have to be French to enjoy a decent red wine," Charles Jousselin de Gruse used to tell his foreign guests whenever he entertained them in Paris. "But you do have to be French to recognize one," he would add with a laugh.

After a lifetime in the French diplomatic corps, the Count de Gruse lived with his wife in an elegant townhouse on Quai Voltaire. He was a likeable man, cultivated of course, with a well deserved reputation as a generous host and an amusing raconteur.

This evening's guests were all European and all equally convinced that immigration was at the root of Europe's problems. Charles de Gruse said nothing. He had always concealed his contempt for such ideas. And, in any case, he had never much cared for these particular guests.

The first of the red Bordeaux was being served with the veal, and one of the guests turned to de Gruse.

"Come on, Charles, it's simple arithmetic. Nothing to do with race or colour. You must've had bags of experience of this sort of thing. What d'you say?"

"Yes, General. Bags!"

Without another word, de Gruse picked up his glass and introduced his bulbous, winey nose. After a moment he looked up with watery eyes.

"A truly full-bodied Bordeaux," he said warmly, "a wine among wines."

The four guests held their glasses to the light and studied their blood-red contents. They all agreed that it was the best wine they had ever tasted.

One by one the little white lights along the Seine were coming on, and from the first-floor windows you could see the brightly lit bateaux-mouches passing through the arches of the Pont du Carrousel. The party moved on to a dish of game served with a more vigorous claret.

"Can you imagine," asked de Gruse, as the claret was poured, "that there are people who actually serve wines they know nothing about?"

"Really?" said one of the guests, a German politician.

"Personally, before I uncork a bottle I like to know what's in it."

"But how? How can anyone be sure?"

"I like to hunt around the vineyards. Take this place I used to visit in Bordeaux. I got to know the winegrower there personally. That's the way to know what you're drinking."

"A matter of pedigree, Charles," said the other politician.

"This fellow," continued de Gruse as though the Dutchman had not spoken, "always gave you the story behind his wines. One of them was the most extraordinary story I ever heard. We were tasting, in his winery, and we came to a cask that made him frown. He asked if I agreed with him that red Bordeaux was the best wine in the world. Of course, I agreed. Then he made the strangest statement.

"'The wine in this cask,' he said, and there were tears in his eyes, 'is the best vintage in the world. But it started its life far from the country where it was grown.'"

De Gruse paused to check that his guests were being served.

"Well?" said the Dutchman.

De Gruse and his wife exchanged glances.

"Do tell them, mon chéri," she said.

De Gruse leaned forwards, took another sip of wine, and dabbed his lips with the corner of his napkin. This is the story he told them.

At the age of twenty-one, Pierre - that was the name he gave the winegrower - had been sent by his father to spend some time with his uncle in Madagascar. Within two weeks he had fallen for a local girl called Faniry, or "Desire" in Malagasy. You could not blame him. At seventeen she was ravishing. In the Malagasy sunlight her skin was golden. Her black, waist-length hair, which hung straight beside her cheeks, framed large, fathomless eyes. It was a genuine coup de foudre, for both of them. Within five months they were married. Faniry had no family, but Pierre's parents came out from France for the wedding, even though they did not strictly approve of it, and for three years the young couple lived very happily on the island of Madagascar. Then, one day, a telegram came from France. Pierre's parents and his only brother had been killed in a car crash. Pierre took the next flight home to attend the funeral and manage the vineyard left by his father.

Faniry followed two weeks later. Pierre was grief-stricken, but with Faniry he settled down to running the vineyard. His family, and the lazy, idyllic days under a tropical sun, were gone forever. But he was very happily married, and he was very well-off. Perhaps, he reasoned, life in Bordeaux would not be so bad.

But he was wrong. It soon became obvious that Faniry was jealous. In Madagascar she had no match. In France she was jealous of everyone. Of the maids. Of the secretary. Even of the peasant girls who picked the grapes and giggled at her funny accent. She convinced herself that Pierre made love to each of them in turn.

She started with insinuations, simple, artless ones that Pierre hardly even recognized. Then she tried blunt accusation in the privacy of their bedroom. When he denied that, she resorted to violent, humiliating denouncements in the kitchens, the winery, the plantations. The angel that Pierre had married in Madagascar had become a termagant, blinded by jealousy. Nothing he did or said could help. Often, she would refuse to speak for a week or more, and when at last she spoke it would only be to scream yet more abuse or swear again her intention to leave him. By the third vine-harvest it was obvious to everyone that they loathed each other.

One Friday evening, Pierre was down in the winery, working on a new electric winepress. He was alone. The grape-pickers had left. Suddenly the door opened and Faniry entered, excessively made up. She walked straight up to Pierre, flung her arms around his neck, and pressed herself against him. Even above the fumes from the pressed grapes he could smell that she had been drinking.

"Darling," she sighed, "what shall we do?"

He badly wanted her, but all the past insults and humiliating scenes welled up inside him. He pushed her away.

"But, darling, I'm going to have a baby."

"Don't be absurd. Go to bed! You're drunk. And take that paint off. It makes you look like a tart."

Faniry's face blackened, and she threw herself at him with new accusations. He had never cared for her. He cared only about sex. He was obsessed with it. And with white women. But the women in France, the white women, they were the tarts, and he was welcome to them. She snatched a knife from the wall and lunged at him with it. She was in tears, but it took all his strength to keep the knife from his throat. Eventually he pushed her off, and she stumbled towards the winepress. Pierre stood, breathing heavily, as the screw of the press caught at her hair and dragged her in. She screamed, struggling to free herself. The screw bit slowly into her shoulder and she screamed again. Then she fainted, though whether from the pain or the fumes he was not sure. He looked away until a sickening sound told him it was over. Then he raised his arm and switched the current off.

The guests shuddered visibly and de Gruse paused in his story.

"Well, I won't go into the details at table," he said. "Pierre fed the rest of the body into the press and tidied up. Then he went up to the house, had a bath, ate a meal, and went to bed. The next day, he told everyone Faniry had finally left him and gone back to Madagascar. No-one was surprised."

He paused again. His guests sat motionless, their eyes turned towards him.

"Of course," he continued, "Sixty-five was a bad year for red Bordeaux. Except for Pierre's. That was the extraordinary thing. It won award after award, and nobody could understand why."

The general's wife cleared her throat.

"But, surely," she said, "you didn't taste it?"

"No, I didn't taste it, though Pierre did assure me his wife had lent the wine an incomparable aroma."

"And you didn't, er, buy any?" asked the general.

"How could I refuse? It isn't every day that one finds such a pedigree."

There was a long silence. The Dutchman shifted awkwardly in his seat, his glass poised midway between the table and his open lips. The other guests looked around uneasily at each other. They did not understand.

"But look here, Gruse," said the general at last, "you don't mean to tell me we're drinking this damned woman now, d'you?"

De Gruse gazed impassively at the Englishman.

"Heaven forbid, General," he said slowly. "Everyone knows that the best vintage should always come first."

Snow on a road - level 1
It is very cold in Minnesota, USA. It snows a lot. A lot of snow falls in the morning. It is the time when people go to work. This is not good.

Many cars have accidents. People cannot control their cars. Police are called to 70 crashes. A road must be closed. People must clear that road. A camera films the situation.

A few cities tell people about snow emergencies.

Difficult words: crash (accident), clear (put the snow away), emergency (situation which is not safe).

English Restart program - level 1

We have a new teaching program for you. The name of the program is English Restart. We want to show you basic rules and techniques for learning English. We believe that the information and techniques from the program will help you learn English faster and more effectively.

If you want to watch the program, you can click here and you will see a short video. If you like it, you can enter your email address and click WATCH MY VIDEOS. Then you can see 4 videos which are for free. If you like them, you can buy the whole program.

We will be happy if we get feedback from you on English Restart. We try to do everything as well as we can. However, we believe that we can always be better and help you more. With your constructive feedback, we can be better.

We prepared and tested this program for many months. Students who took the program liked it. I hope that you will like English Restart too.

Have a nice day,

SMALL SCREEN START BUTTON

The game will launch in this window with site navigation available and some playing instructions. This screen will let the game load and play quicker than the full screen version. Some games may load slowly because of the amount of sound in the games.

BIG SCREEN START BUTTON

The game will launch in a new 'full screen' window that has no site navigation or instruction. For users of Internet Explorer 4 (or higher) the window will automatically fill the whole screen. This mode may be less confusing for children who could otherwise accidentally leave the game by clicking on a link to another part of the website or on another window on the computer. There is a 'close' button in the top right hand corner - alternatively, press Ctrl and W simultaneously to return to this page.


si kocak

M. Ikhsan Nasution atau yang biasa dipanggil Ichan memang bisa dikatakan sebagai pelawaknya All Star 2013. Selalu ada saja bahan yang dia jadikan sebagai bahan lawakannya, bahkan di lapangan. Yes, reputasi Ichan di kompetisi LA Light Streetball memang memukau. Hal ini terlihat saat ia dengan mudahnya menjadi idola publik Bandung, saat open run 2012 lalu.

Kala itu ia tampil dengan menampilkan senjata andalannya: dribble gesit, pace tingkat tinggi, yang digabungkan dengan gaya dancing khasnya. Tak heran penonton begitu terhibur dengan aksinya kan, bro. Meskipun kala itu kalah dari Future Streetball 1, Ichan a.k.a Lil Mighty berhasil meraih penghargaan individu berupa Top Pointbreaker.

Nah, kembali berbicara tentang how entertaining Lil Mighty on the court, loe bisa lihat bagaimana bahkan tips dan trik basket saja tetap dibikin guyon samapemain ini. Dia memberikan “petuah” kepada para streetballer agar berusahalah selalu untuk menjadi seorang entertainer di atas lapangan, sebab bukan hanya poin yang dikejar dalam streetball, melainkan elemen hiburan tetap harus dijadikan prioritas lain.

Sebagai streetballer loe harus bisa rebut hati penonton dan yang penting selalu berperan sebagai penyemangat tim loe apapun yang terjadi. Untuk itu loe bisa cek langsung deh dengan lihat video kocak dari Lil Mighty ini, ballers!

Kocak, Ngisengin Penipu Via Telepon Sejam

Penipuan melalui telepon tak pernah berhenti dengan berbagai cara. Bagi Haru El Rovix, penipuan lewat telepon itu justru menjadi menyenangkan. Ia mengerjai penipu sampai sejam lebih hingga penipu itu marah. (Rekaman lengkap di bawah)

Haru mendapat telepon dari 082372076290 pada 5 November 2013 ketika sedang menjelajah Internet. Si penelepon mengaku dari Telkomsel dan bekerja sama dengan BRI pusat. Pemilik nama asli Havit Choirul Rovik mengenalkan diri kepada si penelepon sebagai Haru. Di dunia maya, Havit memang memakai nama Haru El Rovix. "Kebetulan lagi nganggur, kerjain aja deh. Itung-itung ngehabisin waktu liburan," kata Haru, seperti dikutip di blog-nya.

Si penipu menawarkan hadiah Rp 10 juta dan meminta Haru menerima hadiahnya melalui ATM. Bisa ditebak, penelepon berusaha menipu. Haru justru meladeni penipu itu hingga muncul percakapan lucu yang mengocok perut.

Percakapan sebenarnya hanya berlangsung sekitar 25 menit. Haru meninggalkan teleponnya dalam keadaan aktif untuk mandi dan lain-lain. Ia juga mengundang rekannya untuk turut menikmati "hiburan" dengan penipu.

Akhir percakapan menjadi puncak "hiburan". Haru mengatakan percakapannya direkam dan akan diunggah ke Internet. Haru pun mengucapkan terima kasih. "Sama-sama, An**ng," ujar si penipu itu.

YANDI

Cerita Lucu - Obat Aneh
Pasien : Dok, tolonglah sembuhkan penyakit saya. Saya sering berjalan di waktu tidur.
Dokter : Ini kotak yang bisa menyelesaikan persoalanmu. Setiap malam, ketika Anda sudah bersiap untuk tidur keluarkan isi kotak itu dan taburkan di lantai sekeliling tempat tidurmu.
Pasien : Kotak apa ini, Dok? apakah sejenis serbuk penenang?
Dokter : Bukan. Ini kotak paku payung.


Cerita Lucu - Gagal KB
Seorang ibu menemui dokter untuk periksa kehamilan Dokter: Loh ibu ini kan yg tempo hari periksa, emang ibu hamil lagi ya?
Ibu: iya dok?
Dokter: apa obat KB yang saya beri tempo hari ibu tidak minum?.
Ibu: minum dok ! Dokter: lantas kenapa ibu bisa hamil??
Ibu: ya, gimana tidak mau hamil dok, obat baru nyampe leher, celana dalam udah nyampe lutut.

Heboh, Wagini Anak Gendruwo Lahir Dari Ibu Kembang Desa

Publik dihebohkan oleh munculnya sosok Wagini yang disebut oleh pendampingnya Eyang Ratih sebagai anak genderuwo. Eyang Ratih, Wagini, dan pedangdut Ageng Kiwi tampil dalam acara Bukan Empat Mata di Trans 7 dipandu oleh presenter Tukul.
Video acara yang disiarkan pada Jumat (10/5) ini paling banyak dicari orang di situs berbagi video Youtube.
Benarkah Wagini anak genderuwo. Menurut Ageng Kiwi, cerita itu dipercayainya benar dan tidak mengada-ada.

Percaya tidak percaya, menurut Ageng Kiwi, lahirnya Wagini anak genderuwo (27) seperti cerita di film-film misteri. Bagaimana tidak, ibu Wagini secara tidak sadar ditiduri oleh genderuwo yang menyerupai sang suami.
Ageng Kiwi lantas bercerita sesuai yang diketahuinya. Kala itu sekitar tahun 1980an, ayah Wagini pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar. Baru sekitar satu jam pergi, dia kembali. Hal itu di luar kebiasaan. Ternyata yang datang adalah genderuwo yang sudah berubah wujud.
"Genderuwo itu mengajak hubungan intim sampai tiga kali," kata Ageng Kiwi kepada merdeka.com, Senin (13/5).
Kemudian, menurut Ageng, saat matahari terbenam suami wanita itu pulang, dan mengajaknya berhubungan intim. Permintaan itu tentu membuat kaget, meski akhirnya dilayani. "Si suami itu curiga karena memang memiliki kelebihan," katanya.
Beberapa bulan kemudian, wanita yang dikenal sebagai kembang desa di Alas Purwo, Banyuwangi, Jawa Timur, hamil. Sang suami memilih diam, sambil menunggu si anak itu lahir.
"Begitu lahir, muncul tidak menyerupai manusia," ungkap Ageng yang pada acara televisi dipandu Tukul itu duduk sebelah kiri Wagini.
Cerita Ageng Kiwi berlanjut. Menurut dia, tidak lama setelah itu, pria itu meninggal dunia karena depresi dan malu. Selanjutnya Wagini diasuh oleh ibunya. Namun, pada suatu hari sang ibu kesal karena peyek pisang jualannya dihabiskan oleh Wagini.
"Wagini dipukuli dengan kayu. Tiba-tiba saja jelmaan ayahnya muncul, dan ibu Wagini menghilang sampai sekarang," tuturnya.
Akhirnya, Wagini hidup seorang diri. Namun secara tidak sengaja Wagini berjumpa dengan seorang wanita bernama Tuti atau lebih dikenal dengan Eyang Ratih. "Sejak usia 12 tahun Wagini diasuh Eyang Ratih," tuturnya.
Mungkinkah ada anak genderuwo? Guru besar dari Departemen Andrologi dan Seksologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Bali, Wimpie Pangkahila menyangkal semua cerita itu. Dia menjelaskan, tidak mungkin ada anak genderuwo yang disebut-sebut buah hubungan percintaan antara manusia dengan genderuwo.
"Kalau orang mirip genderuwo iya. Saya kira berita itu tidak benar, itu pembodohan," katanya
Wimpie menjelaskan, tidak pernah ada cerita secara ilmiah bahwa genderuwo memiliki anak hasil hubungan badan dengan manusia. Kemungkinan yang ada, kata dia, anak itu mungkin cacat fisik, berwajah buruk, kurang gizi atau memiliki kelainan fisik.
"Nah itu lho yang saya kira sangat membodohi masyarakat. Kasihan dia," tandasnya.

Apa yang Harus Kamu Lakukan: Kalo Naksir Pacar Teman

Cinta konon katanya gak bisa diprediksi kapan, dimana dan pada siapa ia akan jatuh. Ah sedap. Jadi ceritanya kamu dikenalin sama pacar baru temen kamu. Cakep, pinter, lucu, beradab, kaya, pokoknya semua yang ada di ceklis daftar kekasih impian kamu. Tanpa kamu sadari kamu mulai senang kalau dia dibawa sama temen kamu ke tongkrongan, jadi kamu bisa ngeliat dia ngobrol, senyum dan ketawa. Rasa-rasanya pengen segera kamu bawa pulang dan kenalin ke mamah. Eh tapi, tapi dia kan pacarnya temen kamuuu, bagaimana inii? Mungkin kamu bisa…

Diam Aja

Tidak melakukan tindakan apa-apa untuk menunjukan perasaan kamu. Pokoknya simpan rapat-rapat. Kalau lagi ada dia, kamu cukup hanya menyapa dengan sopan, becanda pada tempatnya dan mematikan radar cinta kamu ke dia supaya sinyal-sinyal tidak ada yang terkirim. Diam aja deh pokoknya kayak kursi. Berusahalah untuk tidak membuat kontak mata, karena makin sering bertatapan bisa makin lemes pertahanan. Bahaya kalau sampai kegep sama temen kamu kalau ketauan kamu ngeliatin pacarnya lama-lama dengan penuh harapan sampe ngiler-ngiler. Suasana bisa jadi canggung nanti.

Stalking di Sosial Media

Ketika perasaan kamu semakin membludak tumpah-tumpah sampai kamu bingung mau disalurkan kemana. Mungkin stalking di sosial media bisa jadi solusi. Bukan solusi yang bagus memang, tapi paling gak, kamu jadi berasa dekat sama dia secara virtual. Tahu kegiatan dia sehari-hari, liat foto-foto dia, dia temenan sama siapa aja, oh ternyata adiknya lucu juga, oh ternyata kucingnya empat dsb. Mengagumi dia dari jauh aja. Dengan stalking di sosial media siapa tahu kamu malah jadi ilfil sama dia dengan menemukan kenyataan-kenyataan lain yang tidak sesuai dengan kriteria kamu, misalnya dia ternyata dulunya cowok juga.

Pergi Jauh-jauh

Sejauh mungkin deh. Apalagi kalau kamu ketemu si Pacar Temen bawaannya pengen meluk aja. Tapi kalau kamu anaknya gak bisa main jauh-jauh, ya udah menghindar aja, mereka datang kamu cabut, mereka cabut kamu datang. Kalau ditanya kamu kemana aja gak pernah nongol lagi, bilang aja ada alasan manajemen. Daripada maksa ikutan nongkrong bareng tapi hati teriris melihat mereka suap-suapan grepe-grepean atau kamu gak tahan untuk nyipok tiap kali si Pacar Temen itu ketawa kan gawat.

Tapiii itu semua diatas bisa kamu lakukan kalau kamu anaknya sopan dan penuh etika dan mementingkan persahabatan diatas segalanya. Kalau kamu anaknya cuek aja dan menganggap dia adalah jodoh kamu yang dikirim Tuhan dan kamu juga anaknya brengsek-brengsek gimana gitu, yaudah deketin aja. Diterima alhamdullilah, ditolak yaudah, life goes on, paling gak kamu udah pernah nyoba dan palingan kamu cuma kehilangan temen kamu trus dianggap brengsek sama semua temen-temen sepermainan kamu. Gak papalah gitu doang.

#naksir #cinta #pacaran