IKlan

cerita terjadinya mado-mado atau marga di nias (sumatra utara

Ketika kita berbicara tentang asal usul tentang sesuatu marga, suku maupun peradaban, tentu akan banyak perbedaan persepsi dan pendapat yang akan muncul. Begitu pula dengan bahasan pada artikel kali ini. Asal usul Marga Nias memiliki banyak versi. Baik itu versi sejarah geografis, hingga versi legenda atau cerita leluhur pada masa dulu. Menyikapi masalah ini, penulis mencoba mempersempit sudut pandang tentang dasar penulisan artikel ini. Cerita dibawah ini diambil dari versi legenda atau cerita rakyat yang banyak ditulis di buku-buku sejarah Nias. Selamat membaca.

Konon, Lowalangi (Mula Jadi Na Bolon bagi orang Batak)menciptakan langit berlapis Sembilan. Lalu menciptakan pohon kehidupan bernama Tora’a. pohon kehidupan itu berbuah dua buah yang kemudian dierami oleh seekor laba-laba. Lalu lahirlah sepasang dewa dari buah tersebut bernama Tuhamora’anggi Tuhamoraana’a (berjenis kelamin laki-laki) dan Burutiraoangi Burutiraoana’a (berjenis kelamin perempuan). Kedua Dewa ini kemudian menjadi penghuni langit berlapis Sembilan tersebut.

Hombo Batu, Salah satu tradisi di Nias

Teteholi Ana’a adalah nama lapis langit yang terdekat ke bumi. Salah satu keturunan Dewa tersebut bernama Sirao Uwu Zihono atau nama lain Sirao Uwu Zato mendiami langit lapis pertama atau yang paling dekat ke bumi. Sirao ini beristri 3 dan masing – masing istrinya melahirkan 3 anak sehingga total anak Sirao ini ada 9 orang.

Konon, kesembilan anak Sirao ini berselisih memperebutkan tahta penguasa lapis pertama untuk menggantikan ayahnya yang sudah tua. Untuk mengatasi permasalahan itu, Sirao Uwu Zihono melakukan sayembara ketangkasan menari di atas mata Sembilan tombak. Sayembara ini dimenangkan oleh si bungsu, Luo Mewona. Dengan demikian, Luo Mewona menjadi penguasa langit lapis pertama.

Kedelapan abangnya yang kalah beserta seorang anak dari Luo Mewona diturunkan ke Bumi yaitu ke Tano Niha (Tanah Nias) atas kehendak mereka sendiri. Lima dari Sembilan orang tersebut mendarat dengan selamat di bumi dan keempat lainnya mendarat tidak sempurna. Mereka yang mendarat selamat ialah :

1. Hiawalangi Sinada (Hia) turun di Boronadu, kecamatan Gumo dan menjadi leluhur dari marga Telaumbanua, Gulo, Mendofa dan Harefa.

2. Gozo Hela-Hela mendarat di Barat Laut Hilimaziaya, Nias Utara, kecamatan Lahewa sekarang dan menjadi leluhur dari marga : Baeha, Wuruwu, Zendrato dan Lase.

3. Daeli Bagambolangi (Daeli) turun di Tolamera, negeri Idanoi adalah yang menjadi leluhur marga – marga Daeli, Larosa, Zai, dan Hulu.

4. Hulu Borndano (putra sulung Luo Mewona) turun di Laehuwa, Nias Barat Laut dan menjadi leluhur dari marga-marga : Ndruru, Bu’uolo dan Hulu.

5. Silogu (putra sulung Luo Mewona) turun di Nias Timur dan menjadi leluhur dari marga-marga Zebua, Bawo dan Zega.

Empat putra Sirao yang turun tidak wajar adalah :

1. Bauadano Hia karena badannya yang terlalu berat turun ke Tano Niha menembus ke dalam Bumi dan menjelma menjadi ular yang dikenal dengan sebutan Da’o Zanaya Tano Sisagoro (si penadah bumi). Konon jika di bumi terjadi perang dan darah manusia merembes ke bumi, Da’o Zanaya akan sangat marah dan mengguncang bumi dari bawah hingga menimbulkan gempa. Untuk menghentikan gempa bumi itu, orang Nias akan berteriak “BihaTua !” artinya : Sudahlah Nenek, kami tidak akan berperang lagi

2. Gozo Tuhazangarofa ketika turun di bumi tercebur ke sugai dan menjelma menjadi dewa sungai penguasa segala kehidupan di air. Karena itu bila nelayan hendak mencari ikan di sungai atau laut terlebih dahulu mereka berdoa keada Dewa Sungai tersebut.

3. Lakindrolai Sitambalina ketika turun di bumi tertiup oleh angin kencang dan tersangkut di pohon. Dia menjelma menjadi roh penunggu hutan bernama Bela Hogugeu. Karena itu kaum pemburu selalu lebih dahulu menyembah dewa hutan ini sebelum berburu ke hutan.

4. Sofuso Kara mendarat di bukit bebatuan di daerah Laraga sekarang. Sofuso Kara kemudian menjadi leluhur orang – orang berilmu kebal. Demikianlah legenda tersebut dikisahkan. Namun seperti kebanyakan mitos, tentunya terdapat banyak versi lain dari kisah ini. Kalau dilihat dari sejarahnya sendiri, sebenarnya Siraouwu Zihono yang diklaim sebagai Dewa adalah seorang perantau yang datang dari daerah Burma (Thailand). Ia adalah orang pertama yang bermukim di pulau Nias.

english translete : cerita dalam bahas ingris
When we talk about the origin of something clan , tribe or civilization , it would be a lot of differences in perception and opinion will appear . Similarly, the discussion in this article . The origin of Highways Nias has many versions . Both the versions of geographical history , legends or stories to version ancestors in the first period . Addressing this issue , the authors tried to narrow the angle of view on the basis of the writing of this article . The story below was taken from the version of the legend or folklore is a lot written in the history books of Nias . Happy reading .

That said , Lowalangi ( So Na Bolon At the Batak people ) created the heavens layered Nine . Then create a tree of life called Tora'a . the tree of life is fruitful two pieces which are then incubated by a spider . And so was born a god of the fruit named Tuhamora'anggi Tuhamoraana'a ( male sex ) and Burutiraoangi Burutiraoana'a ( female ) . Both of these gods later became residents of the nine layered sky .

Hombo Stone , One of the traditions in Nias

Teteholi Ana'a sky is the name of the layer closest to the earth . One of the descendants of the gods named Sirao Uwu Zihono or another name Sirao Uwu Zato inhabits the sky or the first layer closest to the earth . Sirao 3 and each is married - his wife gave birth to their third child so that the child Sirao total there are 9 people .

That said , the ninth child Sirao fight over the throne of the ruler is disputing the first layer to replace his old father . To solve that problem, Sirao Uwu Zihono doing agility competition dancing on spear Nine eyes . The competition was won by the youngest , Luo Mewona . Thus , Luo Mewona became the first ruler of the sky layer .

Eighth and their brother who lost a child of Luo Mewona relegated to Earth is to Tano Niha ( Land Nias ) of their own accord . Five of the nine people landed safely on earth and the other four are not perfect landing . Those who survived the landing is :

1 . Hiawalangi Sinada ( Hia ) fell in Boronadu , sub Gumo and became the ancestor of the clan Telaumbanua , Gulo , Mendofa and Harefa .

2 . Gozo Hela Hela - landed in the Northwest Hilimaziaya , North Nias , sub Lahewa now and be the ancestor of the clan : Baeha , Wuruwu , Zendrato and Lase .

3 . Daeli Bagambolangi ( Daeli ) fell in Tolamera , Idanoi country is that an ancestor of the clan - the clan Daeli , Larosa , Zai , and Hulu .

4 . Upstream Borndano ( Luo Mewona eldest son ) fell in Laehuwa , West Nias Sea and became the ancestors of clans : Ndruru , Bu'uolo and Hulu .

5 . Silogu ( Luo Mewona eldest son ) fell in Nias East and became the ancestors of clans Zebua , Bawo and Zega .

Four men who fell unnatural Sirao is :

1 . Hia Bauadano because his body is too heavy to Tano Niha penetrate down into the earth and transformed into a snake , known as Tano Zanaya Da'o Sisagoro ( the receiver of the earth ) . It is said that if there is a war on earth and human blood seeps into the earth , Da'o Zanaya will be very angry and shaking the earth from the ground to cause an earthquake . To stop the earthquake , Nias people will shout " BihaTua ! " Means : Come on Grandma , we will not fight again

2 . Gozo Tuhazangarofa when down in the earth plunged into Sugai and transformed into a river god ruler of all life in the water . Therefore, if fishermen want to catch fish in the river or sea they pray keada advance the River God .

3 . Lakindrolai Sitambalina when dropped on earth blown by strong winds and stuck in a tree . He transformed into a forest guardian spirit named Bela Hogugeu . Because it was the first hunter always worshiped the forest before the forest to hunt .

4 . Sofuso Kara landed on the rocks in the hills Laraga now . Sofuso Kara then became the ancestors of people - knowledgeable people are immune . Thus the legend is told . But like most myths , of course, there are many other versions of this story . When viewed from its own history , in fact Siraouwu Zihono who claimed to be God is a local nomads who came from Burma ( Thailand ) . He was the first to settle on the island .

Facebook CommentsShowHide

0 komentar

TERIMA KAIH TELAH BERKOMENTAR

Diberdayakan oleh Blogger.