IKlan

gajah vs badak

video youtube :
Badak berbeda dengan semua binatang menyusui yang bertanduk karena tanduknya tidak terletak di atas kepala, melainkan di ujung hidungnya. Tanduk ini juga tidak serupa dengan tanduk ternak atau tanduk bercabang rusa, tetapi terbuat dari rambut tebal yang diproses.

Binatang Badak hidup di tanah rerumputan dan hutan di iklim tropis, selalu dekat dengan air, karena mereka perlu minum air setiap hari dan mereka menikmati berkubang dalam lumpur. Mereka hanya makan tanam-tanaman, yang oleh badak hitam direnggut menggunakan alat peraba di bibir atasnya. Badak memiliki indera pendengaran dan penciuman yang tajam, tetapi mereka rabun dekat. Kecuali induk dan pedetnya, badak biasanya hidup sendiri-sendiri dan sering curiga kepada sesuatu yang asing. Sebagai akibatnya, badak sering menyerang pendatang tanpa sebab.

Walaupun mereka memiliki kulit yang tebal, badak menderita gangguan dari berbagai kutu kulit dan parasit lain. Badak sering terlihat bersama dengan burung pemakan kutu, yang sangat membantu badak itu. Bayi badak sering diburu oleh harimau, tetapi manusia adalah musuh terbesar badak dewasa. Di masa lampau ada selusin jenis badak yang hidup di beberapa pelosok dunia, tetapi sekarang hanya tinggal 5 jenis dan semua jenis itu masih terus diburu sampai hampir punah.

Badak Putih
Berbeda dengan badak lain, badak putih bertemperamen sedang dan sangat penakut, walaupun betinanya dengan berani mempertahankan anak-anaknya.
Fakta Badak
Penyebaran Badak: Afrika dan Asia
Badak Terbesar: Badak putih yang panjang badannya sampai 5 m dan beratnya sampai 3.800 kg.
Badak Terkecil: Badak (berambut) Sumatra, yang panjang kepala dan badannya kurang dari 3,2 m dan beratnya kurang dari 2.000 kg.
Jumlah Anak Badak: Bayinya tinggal dengan induknya selama kira-kira 2 tahun, kemudian si induk mungkin melahirkan anak lagi.
Rentang Usia Badak: Sampai 50 tahun.
Subfilum Badak: Vertebrata.
Kelas Badak: Mamalia.
Ordo Badak: Perissodaktila.
Keluarga Badak: Rhinoserotidae.
Jumlah Spesies Badak: 5

liht juga : http://ceritaajib.blogspot.com/2013/08/harimau-dan-singa.html
Satu Gajah Sumatera mati di Desa Ranto Sabon, Kecamatan Samponiet, Kabupaten Aceh Jaya. Saat ditemukan, bangkainya sudah tidak memiliki gading lagi.

"Gajah itu diperkirakan mati kemarin sore, gadingnya sudah diambil," kata Komandan Polisi Hutan (Polhut) Aceh Jaya, Armidi, Ahad 14 April 2013. Dugaannya, gajah tersebut mati akibat masuk jebakan warga yang dipasang di kebun-kebun dekat hutan.

Menurut Armidi, gajah tersebut termasuk golongan gajah liar. Tetapi sangat bersahabat dengan warga setempat, artinya sudah hampir jinak. Gajah itu tak lari jika bertemu warga dan jika ada warga yang meminta pergi, dia akan pergi. Karena sering muncul di perkebunan warga, gajah itu diberi nama "Si Geng".

Gajah yang berusia 30 tahun ini, tiga hari lalu sempat muncul dan terlihat warga Desa Ranto Sabon. Dia kembali masuk hutan pada Jumat dan ditemukan mati mengenaskan Sabtu sore di areal perkebunan. "Sampai kini bangkainya belum dikubur. Perlu alat berat," kata Armidi.

Dia melanjutkan kasus memburu gading gajah dengan cara memasang perangkap, baru kali ini terjadi di Aceh Jaya sehingga butuh perhatian semua pihak untuk melindungi gajah yang populasinya kini mulai terancam. Sebelumnya di Aceh Jaya, gajah ditemukan mati karena diracun warga untuk menyelamatkan kelapa sawit.

sumber : http://www.tempo.co/read/news/2013/07/14/206496380/Si-Geng-Gajah-yang-Mati-di-Aceh-Jaya
Facebook CommentsShowHide

0 komentar

TERIMA KAIH TELAH BERKOMENTAR

Diberdayakan oleh Blogger.