IKlan

ceritakan tentang diri anda dalam wawancara

Ingatlah bahwa beberapa cara menggambarkan atau memperkenalkan diri di atas hanyalah kalimat pembuka, dan tentu tidak akan selalu demikian bentuk penyampaian Anda. Yang penting buat kata-kata yang menarik dan mengesankan pewawancara, yang tentu saja didasarkan pada realita untuk menggambarkan diri Anda.

Tidak mudah untuk dapat berbicara secara santai di depan pewawancara. Tetapi bila hal ini mulai Anda latih, maka sesi wawancara perkenalan diri Anda mungkin berjalan lebih lancar dan bernilai.
Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda pertimbangkan untuk menjawab pertanyaan di atas dengan mulai dengan mengatakan

  • "Saya bisa menggambarkan siapa saya dalam tiga kata." Cara ini akan menarik perhatian pewawancara. Tunjukkan kemampuan Anda menggambarkan diri Anda secara singkat-padat, kreatif dan menarik.
  • "Kutipan yang saya sukai dalam hidup saya dengan adalah ..." Cara ini dapat membuktikan bahwa pengembangan pribadi adalah bagian penting dari rencana pertumbuhan Anda. Juga menunjukkan kemampuan Anda untuk memotivasi diri sendiri.
  • "Filosofi pribadi saya adalah ..." Cara ini membuat pewawancara berpikir bahwa Anda adalah seorang yang punya prinsip. Tentu saja ini punya nilai tersendiri, karena mereka mempekerjakan seorang pemikir, bukan hanya seorang karyawan atau mesin.
  • "Orang-orang yang mengenal saya dengan baik, bahwa saya ini..." Cara ini membentangkan satu wawasan ke tingkat kesadaran diri, bahwa Anda membawa pewawancara mempertimbangkan hasil penilaian subjektif orang lain.
  • "Ketika saya berusia sembilan tahun, saya selalu ingin menjadi ..." Cara ini menunjukkan bahwa Anda telah mempersiapkan diri untuk berkarir pada bidang pekerjaan yang Anda lama ini jauh-jauh hari. Misalnya Anda melamar posisi Designer Interior, dan sejak kecil Anda sudah gemar menggambar dan memodifikasi bagian dalam rumah Anda.
  • "Saya sering mendapat pujian saat tampil di depan umum ..." Jawaban yang mirip testimonial ini menunjukkan keterbukaan terhadap umpan balik. Misalnya Anda melamar posisi Sekretaris. Pewawancara mungkin menanyakan lebih lanjut tentang pengalaman Anda tersebut.
  • "Passion saya adalah ..." Jawaban seperti ini menyiratkan ketertarikan dan pengetahuan Anda yang dalam terhadap pekerjaan.
  • "Bila nama saya digoogling, akan ditemukan beberapa link tentang diri saya, salah satunya Linkedin..." Jawaban ini menunjukkan Anda seorang tech-savvy - seorang yang sangat familiar dan paham teknologi. Anda punya portofolio dan pengalaman kerja yang menarik dan terpublikasi online. Namun bila hanya punya blog pribadi yang hanya berisi diary dan akun jejaring-sosial, sebaiknya jangan gunakan pernyataan ini.

Jadi agar Anda sukses, coba cermati tips berikut untuk membantu Anda membuat kesan pertama yang baik saat menjalani wawancara kerja, seperti dikutip Ehow:

1. Persiapan

Langkah ke 1
Ambil waktu ekstra sekitar 30 menit untuk bersiap-siap di pagi hari sebelum melakukan wawancara kerja. Tujuannya agar Anda dapat mempersiapkan diri sehingga terlihat sempurna. Pilih pakaian yang sesuai dengan lingkungan kerja yang bersangkutan, baik itu formal, semi formal atau kasual. Sebaiknya hindari juga gaya rambut yang menutupi wajah Anda. Tak hanya itu saja, kuku Anda juga harus bersih. Untuk sepatu yang akan dikenakan, harus layak dan cocok dalam lingkungan kerja tersebut agar terkesan profesional.

Langkah ke 2
Datanglah ke tempat wawancara kerja 15 menit lebih awal. Dengan begitu Anda tidak akan merasa terburu-buru dan tiba pada waktu yang cukup untuk menghilangkan rasa grogi. Jangan lupa untuk periksa kembali setiap penampilan Anda.

Langkah ke 3
Pastikan Anda memiliki nafas yang segar. Ada baiknya jika Anda membawa permen yang dapat dimakan sebelum melakukan wawancara sehingga nafas pun menjadi lebih segar

Dalam sebuah wawancara kerja, sangat penting bagi Anda untuk memperkenalkan diri kepada semua orang di ruangan secara benar. Berikut adalah beberapa tips untuk membantu Anda membuat kesan pertama yang kuat.

Siapkan Pendahuluan

1. Pilih pakaian yang cocok dengan lingkungan kerja (formal, semiformal, atau kasual) dan rapikan diri dengan benar. Gaya rambut tidak berantakan dan usahakan tidak menutupi sebagian wajah Anda. Kuku harus bersih dan pendek.

2. Datanglah setidaknya 15 menit lebih awal dari waktu wawancara yang ditentukan. Cara ini bisa membantu Anda menenangkan kegelisahan dan memeriksa ulang setiap penampilan Anda di cermin kamar mandi.

3. Pastikan Anda memiliki nafas segar. Gunakan trik kuno dengan memakan permen karet sesampainya di lokasi wawancara.

Masuk pada Pendahuluan

1. Berdiri dan melangkah maju dengan benar saat memperkenalkan diri kepada orang-orang potensial. Seperti, pemimpin perusahaan, manajer, atau kepala PSDM. Tegaslah saat berjabat tangan. Meskipun Anda kidal, tetap gunakan tangan kanan.

2. Lihatlah pewawancara Anda pada matanya saat memperkenalkan diri. Jika itu adalah pertemuan pertama, gunakan nama pewawancara. Misalnya, "Halo, Pak Surya. Senang bertemu dengan Anda. Saya Jane."

3. Merespon dalam bentuk komentar pewawancara Anda. Jika ia berkata, "Senang bertemu dengan Anda," maka Anda harus mengatakan, "Terima kasih. Senang bertemu Anda juga, Pak/Bu." Bersikaplah sopan dan longgarkan saraf Anda alias jangan tegang selama wawancara.

2. Perkenalan

Langkah ke 1
Saat Anda sudah dipanggil untuk memasuki ruang wawancara kerja, hal yang perlu dilakukan yaitu berdiri dan melangkah maju dengan sikap dan posisi yang benar sewaktu memperkenalkan diri kepada pihak yang mewawancarai Anda. Tidak lupa juga untuk menjabat tangannya.

Langkah ke 2
Sewaktu Anda memperkenalkan diri, pandangan mata harus tepat ke arah mata pewawancara. Jika Anda sudah mengetahui nama pihak yang mewawancarai Anda, sebaiknya Anda menyapanya dengan menggunakan nama si pihak yang mewawancarai.

Langkah ke 3
Bersikaplah dengan sopan. Jika pihak yang mewawancarai Anda menyapa dengan kalimat "Senang bertemu Anda", Anda perlu meresponnya dalam bentuk komentar pada pewawancara Anda, misalnya dengan mengatakan, "Terima kasih. Saya juga Senang bertemu Anda".

3. Amati Pewawancara Anda  +Rinal Purba

Langkah ke 1
Jangan duduk sampai pewawancara Anda mempersilahkan Anda untuk duduk.

Langkah ke 2
Perhatikan bahasa tubuh dari pewawancara Anda. Jika pihak yang mewawancarai Anda tampak terganggu atau gelisah, coba ringankan suasana dengan menceritakan sebuah cerita menarik namun relevan tentang kualifikasi Anda.

Langkah ke 3
Jangan pernah menginterupsi pewawancara. Sebaiknya Anda tunggu sampai pewawancara menyelesaikan kalimat atau pertanyaannya terlebih dahulu, setelah itu baru Anda meresponnya. Jika Anda tidak mengerti pertanyaan atau pernyataan yang diberikan, mintalah pewawancara untuk menjelaskan atau mengulanginya kembali. Anda juga boleh bertanya kepada pewawancara jika ada yang perlu ditanyakan.

sebelumnya 
Facebook CommentsShowHide

0 komentar

TERIMA KAIH TELAH BERKOMENTAR

Diberdayakan oleh Blogger.